Gempur Ukraina, rudal jelajah Kh-101 Rusia nyasar 100 km ke wilayah Polandia
Russian MoDAIRSPACE REVIEW – Sebuah rudal jelajah jarak jauh Rusia, Kh-101, terbang menembus wilayah udara Polandia sejauh 100 km dan jatuh di suatu desa di negara tersebut. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengungkapkan, rudal Rusia tersebut datang di tengah gempuran besar-besaran oleh Moskow terhadap Ukraina.
Insiden ini kembali menegaskan besarnya risiko dari serangan rudal jarak jauh Rusia terhadap wilayah anggota NATO, meskipun negara aliansi tersebut tidak menjadi target yang disengaja.
Berdasarkan keterangan resmi pihak berwenang, rudal Kh-101 Rusia menghantam kawasan ladang di dekat Desa Tarnawa-Kolonia dan menciptakan kawah hantaman selebar 10 m dengan kedalaman 5 m.
Tidak Menimbulkan Korban Jiwa
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan permukiman. Sistem radar Polandia pertama kali mendeteksi pergerakan belasan rudal di wilayah Ukraina barat sekitar pukul 03.30 waktu setempat, di mana salah satu rudal bergerak mendekati batas wilayah sebelum berbelok.
Sepuluh menit kemudian, objek tersebut terdeteksi masuk ke ruang udara Polandia dan bergerak ke arah barat sebelum akhirnya hilang dari jaringan radar pada pukul 03.46.
Merespons potensi ancaman yang datang, Angkatan Udara Polandia bersama NATO langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara dengan menerjunkan dua jet tempur F-16 Polandia, pesawat tanker A330 NATO, serta pesawat pengawas Saab 340.
Baca Juga: AS “todong” Polandia pinjam rudal Patriot, Warsawa pasang badan: Keamanan kami lebih penting
Sebuah helikopter Mi-24 Polandia kemudian berhasil menemukan lokasi jatuhnya rudal yang berada sekitar dua kilometer dari permukiman warga terdekat.
Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz mengonfirmasi bahwa terdapat sekitar 20 objek yang terpantau di dekat ruang udara nasional, dengan masuknya rudal Kh-101 sebagai hipotesis paling kuat yang kini tengah diselidiki oleh tim piroteknik.
Evaluasi Ketat Sistem Pertahanan Udara
Secara teknis, Kh-101 atau yang dikenal NATO sebagai AS-23 Kodiak merupakan rudal jelajah konvensional berbasis udara yang diluncurkan dari pesawat pembom strategis seperti Tu-95MS dan Tu-160.
Rudal berbobot hingga 2.400 kg ini membawa hulu ledak seberat 450 kilogram dan dirancang untuk terbang sangat rendah pada ketinggian 30 hingga 60 m di atas permukaan tanah.
Dilengkapi bahan penyerap radar serta kemampuan navigasi khusus, karakteristik Kh-101 membuatnya sangat sulit dideteksi oleh radar konvensional berbasis darat, terutama saat bermanuver melintasi celah cakupan radar di kawasan perbatasan.
Baca Juga: Rusia modernisasi rudal jelajah Kh-101 dengan lapisan siluman baru: Lebih sulit dideteksi
Meskipun Tusk menilai Polandia tidak menjadi sasaran tembak secara sengaja, masuknya rudal sejauh 100 km ke dalam wilayah aliansi memicu evaluasi ketat terhadap kesiapan sistem pertahanan udara di sisi timur NATO.
Presiden Dewan Eropa António Costa turut menegaskan bahwa intensitas serangan udara Rusia kini menjadi ancaman langsung bagi stabilitas keamanan Eropa secara menyeluruh.
Insiden ini menambah deretan pelanggaran ruang udara NATO oleh aktivitas militer Rusia, sekaligus mempersempit jarak antara intrusi tak disengaja dan potensi krisis internasional yang lebih luas. (PN)
