AS “todong” Polandia pinjam rudal Patriot, Warsawa pasang badan: Keamanan kami lebih penting
Polish MoD AIRSPACE REVIEW – Ketegangan di Timur Tengah memaksa Washington memutar otak untuk mempertebal benteng pertahannya.
Kabar mengejutkan datang dari Polandia di mana Amerika Serikat dilaporkan telah melakukan pendekatan informal untuk memboyong baterai pertahanan udara Patriot milik Polandia ke jantung konflik Timur Tengah.
Surat kabar Rzeczpospolita melaporkan, ambisi Washington tak berhenti di situ saja.
AS juga mengincar stok rudal pencegat PAC-3 MSE, amunisi yang dirancang khusus untuk merontokkan rudal balistik Iran yang kerap mengancam basis militer Paman Sam.
Tak butuh waktu lama bagi Polandia untuk bereaksi. Menteri Pertahanan Nasional, Władysław Kosiniak-Kamysz, langsung memberikan pernyataan keras melalui platform X.
Ia menegaskan bahwa sistem Patriot dan rudal-rudalnya adalah penjaga gerbang bagi langit Polandia dan sayap timur NATO.
“Tidak ada yang berubah! Kami tidak berencana memindahkan sistem ini ke mana pun. Sekutu kami tahu betapa krusialnya posisi kami di sini. Keamanan Polandia adalah prioritas absolut,” kata Kosiniak-Kamysz.
Saat ini, militer Polandia baru memiliki dua sistem Patriot dengan total 16 peluncur. Ironisnya, sistem ini baru dijadwalkan mencapai kesiapan operasional penuh pada akhir 2025.
Penolakan Polandia menjadi sinyal bahwa Warsawa tidak ingin “telanjang” di tengah ancaman keamanan di perbatasan timur Eropa demi menambal lubang pertahanan AS di wilayah lain.
Di sisi lain, NATO telah lebih dulu bergerak dengan menempatkan unit Patriot tambahan di Malatya, Turkiye. Langkah ini diambil menyusul eskalasi militer antara AS-Israel melawan Iran.
Pengerahan di sistem rudal pertahanan udara di Turkiye mengemban dua misi kritis, yakni melindungi anggota NATO dari hujan drone dan rudal Iran dan nengamankan pangkalan militer AS di Turkiye yang kini masuk dalam radius “zona merah” serangan balasan Teheran. (RNS)

