US Navy amankan kontrak Rp1.240 triliun untuk kapal selam kelas Virginia dan Columbia

USS Virginia submarineUSN
Kapal selam USS Virginia milik US Navy.

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) resmi mengamankan dana raksasa sebesar 76,6 miliar USD (sekitar Rp1.240,9 triliun) untuk membangun armada kapal selam nuklir generasi berikutnya. Langkah strategis ini dikonfirmasi melalui pengumuman modifikasi kontrak insentif oleh Departemen Perang AS (DoW).

US Navy memercayakan proyek raksasa ini kepada dua raksasa galangan kapal utama Amerika, yakni General Dynamics Electric Boat dan Newport News Shipbuilding yang merupakan divisi dari Huntington Ingalls Industries.

Kucuran dana investasi pertahanan ini akan terbagi ke dalam dua proyek utama kapal selam yang memiliki peran berbeda dalam menjaga kekuatan militer laut AS hingga beberapa dekade mendatang.

Porsi terbesar, yakni senilai 42,1 miliar USD (sekitar Rp682 triliun), dialokasikan untuk pembangunan sembilan kapal selam serang cepat kelas Virginia (Block VI) dari unit SSN 814 hingga SSN 822 beserta penyediaan material untuk unit ke-10. Kapal selam ini dirancang sebagai platform siluman yang lincah dan mematikan untuk misi perburuan kapal musuh, pengumpulan intelijen, serta peluncuran rudal jelajah.

Baca Juga: Angkatan Laut AS meresmikan kapal selam serang cepat baru kelas Virginia Block IV ketujuh

Sementara itu, dana sebesar 29,5 miliar USD (sekitar Rp477,9 triliun) dikucurkan untuk pengadaan lima kapal selam rudal balistik kelas Columbia (Build II) dari unit SSBN 828 hingga SSBN 832 yang berukuran jauh lebih besar dan difungsikan khusus sebagai penopang daya detersi nuklir berbasis laut.

Sisanya, sekitar 5 miliar USD (sekitar Rp81 triliun), disiapkan khusus untuk mendukung pengembangan tenaga kerja galangan kapal dan peningkatan produktivitas industri maritim.

Daya Gempur dan Daya Tangkal

Plt. Sekretaris Angkatan Laut AS, Hung Cao, menegaskan signifikansi dari investasi besar ini dengan menyoroti bahwa kehadiran kapal selam kelas Virginia akan memberikan daya gempur dan tingkat mematikan yang tak tertandingi, sedangkan armada kelas Columbia memberikan daya cegah (deterrence) yang sangat solid bagi keamanan nasional AS.

Pembangunan armada bawah air ini bakal menyerap tenaga kerja dan fasilitas manufaktur di berbagai daerah di Amerika Serikat, dengan konsentrasi pengerjaan terbesar di Groton (Connecticut), Newport News (Virginia), serta Quonset Point (Rhode Island).

Proyek ambisius ini diperkirakan memakan waktu yang sangat panjang hingga Juli 2038, yang mencerminkan kompleksitas dan durasi panjang pembuatan kapal selam nuklir modern dari penandatanganan kontrak hingga siap beroperasi.

Baca Juga: Korea Utara perlihatkan pembangunan kapal selam nuklirnya yang berbobot 8.700 ton, setara dengan kelas Virginia AS

Kehadiran kapal selam kelas Columbia nantinya secara bertahap akan menggantikan armada kapal selam kelas Ohio yang sudah mulai menua.

Kapal pertama dari kelas Columbia, yakni District of Columbia, dijadwalkan akan diserahkan kepada Angkatan Laut AS pada Maret 2029, lalu disusul oleh kapal kedua, Wisconsin, pada April 2030.

Secara keseluruhan, program pengadaan kapal selam kelas Columbia direncanakan mencakup hingga 12 unit kapal dengan proyeksi total anggaran mencapai 128 miliar dolar AS (sekitar Rp2.073,6 triliun). (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *