Ukir rekor penerbangan 24 nonstop, A350-1000ULR Qantas siap hubungkan antarbenua

Pesawat Airbus A350-1000ULR milik QantasAirbus
Pesawat Airbus A350-1000ULR milik Qantas.

AIRSPACE REVIEW – Dunia penerbangan kembali mengukir rekor bersejarah setelah jet komersial terbaru rakitan Airbus, A350-1000ULR, menyelesaikan penerbangan uji coba tanpa henti (nonstop) selama 24 jam 24 menit. Pesawat yang dirancang khusus untuk program ambisius Project Sunrise milik maskapai Qantas ini lepas landas dari Melbourne, Australia, dan mendarat mulus di markas Airbus di Toulouse, Prancis, pada 28 Juli 2026.

Mengarungi rute melintasi Samudra Pasifik, Amerika Utara, hingga Samudra Atlantik sejauh 12.460 mil laut (23.000 km), jangkauan fantastis ini melampaui rekor penerbangan pesawat komersial sebelumnya yang dipegang oleh Boeing 777-200LR pada tahun 2005.

Penerbangan maraton ini menjadi momentum penting dalam pembuktian ketahanan pesawat menjelang peluncuran layanan komersial rute langsung Sydney menuju London dan New York pada tahun 2027.

Modifikasi Teknis Secara Khusus

Untuk merealisasikan penerbangan jarak ultrajauh tanpa transit tersebut, Airbus melakukan modifikasi teknis yang signifikan pada struktur pesawat, termasuk penambahan tangki bahan bakar tengah bagian belakang (Rear Centre Tank) berkapasitas ekstra 20.000 liter.

Tangki khusus ini memberikan dorongan jarak jelajah hingga 10.000 mil laut, sekaligus diuji keandalan sistem transfer dan keseimbangan bahan bakarnya selama berada di udara.

Baca Juga: Terbang 19 jam tanpa transit, Qantas A350-1000ULR mendarat mulus di Melbourne

Selain performa mesin Rolls-Royce Trent XWB-97 dan kapasitas bahan bakar yang tangguh, aspek kenyamanan serta keselamatan awak penerbangan menjadi fokus utama sepanjang perjalanan. Di dalam kokpit, tim pilot yang terdiri dari gabungan pilot uji Airbus dan captain senior Qantas menerapkan pola rotasi ketat empat jam kerja dengan alokasi istirahat teratur untuk menjaga fokus saat melintasi berbagai zona waktu.

Seribu Sensor Canggih

Selama masa uji coba tersebut, kabin pesawat juga dilengkapi lebih dari seribu sensor canggih untuk mengukur kestabilan suhu, sirkulasi udara, serta kinerja sistem pendingin galai hemat energi generasi baru yang dirancang mengurangi bobot pesawat hingga 300 kg.

Ketika resmi beroperasi nanti, pesawat A350-1000ULR akan mengusung konfigurasi kabin berkepadatan rendah yang hanya menampung 238 penumpang, jauh lebih sedikit dibandingkan kapasitas standar pesawat berbadan lebar pada umumnya.

Baca Juga: Sambut penerbangan 22 jam nonstop: A350-1000ULR Qantas rampungkan uji perdana

Desain ruang yang lapang ini mencakup area khusus rekreasi dan peregangan tubuh, suite kelas utama, hingga kursi kelas ekonomi yang dirancang lebih ergonomis hasil riset mendalam bersama para pakar kesehatan.

Pencapaian uji terbang 24 jam ini membuktikan bahwa batas-batas geografis antar benua kini kian terkikis, membuka babak baru dalam sejarah perjalanan udara langsung jarak jauh di dunia. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *