Terbang 19 jam tanpa transit, Qantas A350-1000ULR mendarat mulus di Melbourne

Qantas Airbus A350-1000ULR MSN 707Qantas
Qantas Airbus A350-1000ULR MSN 707.

AIRSPACE REVIEW – Dunia penerbangan komersial internasional kembali mencatatkan sejarah baru setelah sebuah pesawat khusus berjenis Airbus A350-1000ULR (Ultra Long Range) berhasil menyelesaikan penerbangan nonstop jarak jauh yang spektakuler. Pesawat terbang dari fasilitas perakitan utama Airbus di Toulouse, Prancis, dengan mengudara total hingga 19 jam 12 menit.

Pesawat yang dirancang khusus untuk maskapai nasional Australia, Qantas, tersebut mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Melbourne setelah menempuh perjalanan udara maraton sejauh kurang lebih 17.000 km (9.200 mil laut).

Momen pendaratan di Melbourne ini menjadi salah satu milestone paling krusial bagi “Project Sunrise” (proyek ambisius bernilai miliaran dolar milik Qantas) yang bertujuan menyambungkan pantai timur Australia secara langsung dengan pusat-pusat bisnis utama dunia seperti London dan New York tanpa perlu lagi melakukan transit.

Dinamai Project Sunrise sebagai bentuk penghormatan pada penerbangan legendaris Qantas saat Perang Dunia II yang melintasi Samudra Hindia dan bertahan di udara cukup lama hingga para penumpangnya bisa menyaksikan matahari terbit dua kali dalam satu kali perjalanan.

Penerbangan Uji Coba

Karena statusnya yang masih merupakan penerbangan uji coba dan pengiriman teknis, pesawat jet berbadan lebar ini belum mengangkut penumpang komersial secara umum. Di dalam kabin, penerbangan hanya diisi oleh sembilan orang personel utama yang terdiri dari empat pilot uji coba senior Airbus dan lima insinyur penerbangan (flight test engineers).

Tugas utama mereka adalah memantau seluruh kinerja instrumen, performa mesin, hingga efisiensi konsumsi bahan bakar selama penerbangan ekstrem tersebut.

Baca Juga: Satu abad mengudara, A350-1000 Lufthansa tampil memukau dengan corak biru historis

Kehadiran penerbangan langka ini rupanya juga menyedot perhatian antusias penerbangan dari seluruh penjuru dunia; terbukti dari data platform Flightradar24 yang mencatat ada lebih dari 67.000 orang memantau pergerakan pesawat ini secara real-time, menjadikannya sebagai penerbangan yang paling banyak dilacak di dunia pada hari tersebut.

Untuk diketahui, pesawat yang digunakan dalam uji penerbangan ini memiliki nomor seri pabrikan (Manufacturer Serial Number/MSN) 707 dengan registrasi uji coba F-WULR.

Pesawat ini merupakan unit pertama dari 12 armada A350-1000ULR yang diproduksi Airbus khusus untuk proyek Project Sunrise.

Modifikasi Teknis

Untuk bisa mewujudkan kemampuan terbang ekstrem tanpa transit hingga durasi maksimal 22 jam, Airbus melakukan serangkaian modifikasi rekayasa teknis pada armada A350-1000 standar. Salah satu modifikasi utamanya adalah penambahan tangki bahan bakar tengah (center fuel tank) yang mampu menampung ekstra 20.000 liter avtur, sehingga total kapasitas bahan bakar pesawat melonjak hingga sekitar 156.000 liter.

Tak hanya dari sisi bahan bakar, efisiensi juga dicapai dengan memangkas jumlah kapasitas penumpang secara signifikan. Jika varian Airbus A350-1000 komersial pada umumnya dikonfigurasi untuk memuat 350 hingga 410 penumpang, armada Project Sunrise ini hanya dirancang menampung maksimal 238 penumpang.

Strategi ini diambil guna mengurangi bobot beban pesawat (take-off weight) sekaligus memberikan ruang kenyamanan ekstra, seperti penyediaan fasilitas Wellbeing Zone di mana penumpang kelas ekonomi kelak dapat berdiri, merenggangkan otot, dan melakukan gerakan senam ringan selama penerbangan belasan jam di udara.

Target Operasional 2027

Usai keberhasilan pendaratan di Melbourne, agenda pengujian untuk A350-1000ULR ini belum berakhir. Pesawat uji coba berbalut livery khusus Airbus tersebut dijadwalkan terbang kembali ke Toulouse dengan didampingi oleh dua pilot resmi Qantas.

Perjalanan balik ini difungsikan untuk menguji lebih dalam seluruh sistem penerbangan lanjutan, termasuk simulasi transfer bahan bakar antar-tangki internal serta evaluasi kondisi tekanan dan kenyamanan udara di dalam kabin secara menyeluruh.

Baca Juga: Sambut penerbangan 22 jam nonstop: A350-1000ULR Qantas rampungkan uji perdana

Jika seluruh rangkaian pengujian teknis dan regulasi keselamatan dari otoritas penerbangan berjalan sesuai rencana, layanan penerbangan komersial pertama Project Sunrise ditargetkan mulai beroperasi secara resmi pada Oktober 2027.

Rute komersial perdana yang dibuka adalah Sydney menuju London, yang kemudian akan disusul oleh rute Sydney menuju New York. Kehadiran jalur nonstop penerbangan super-jauh ini diproyeksikan bakal memangkas total waktu tempuh perjalanan udara dari Australia menuju Eropa atau Amerika Serikat hingga 4 jam lebih cepat jika dibandingkan dengan rute penerbangan tradisional yang mengharuskan penumpang melakukan transit di kawasan Timur Tengah atau Asia Tenggara. Selamat untuk Airbus dan Qantas! (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *