Menggelegar di angkasa: Ini dia 10 jet tempur terbaik di dunia
IstimewaAIRSPACE REVIEW – Dalam peta kekuatan militer global modern, penguasaan ruang udara merupakan kunci utama untuk memenangkan pertempuran. Namun, tolok ukur keunggulan militer di udara kini telah bergeser secara signifikan. Era pertempuran udara modern tidak lagi sekadar mengandalkan jet temnpur yang mampu terbang paling cepat atau melakukan manuver paling tajam di angkasa.
Saat ini, pertempuran ditentukan oleh kombinasi teknologi siluman, penggabungan data sensor (sensor fusion) secara real-time, peperangan elektronik mutakhir, serta kemampuan untuk terhubung ke dalam satu jaringan tempur terpadu.
Kedatangan generasi baru ini mengubah lanskap pertahanan global secara drastis. Jet tempur masa kini bertindak lebih dari sekadar platform penyerang, melainkan sebagai pusat komando dan pengumpul data canggih di barisan terdepan.
Negara-negara adidaya saling berlomba-lomba memadukan keunggulan kecerdasan buatan, sistem pertahanan elektronik mandiri, dan kemampuan pertempuran jarak jauh melampaui jarak pandang mata (Beyond-Visual-Range). Hasilnya adalah deretan mesin tempur udara paling luar biasa yang pernah diciptakan oleh peradaban manusia.
Yuk kita bahas 10 jet tempur modern terbaik di dunia. Kesepuluh jet tempur terbaik ini disusun tidak berdasarkan ranking. Selain sepuluh jet tempur di bawah ini, tentunya masih ada jet-jet tempur terbaik lainnya yang belum dimasukkan dalam list. Kita akan bahas pada kesempatan berikutnya.
1. Lockheed Martin F-35 Lightning II

Lockheed Martin F-35 Lightning II adalah jet tempur siluman generasi kelima buatan Amerika Serikat yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari serangan darat hingga pertahanan udara. Pesawat ini ditenagai oleh satu mesin turbofan Pratt & Whitney F135 yang mampu menghasilkan kecepatan maksimum hingga Mach 1.6 (sekitar 1.975 km/jam) dan memiliki jangkauan jelajah sejauh 2.200 km.
Dirancang dengan teknologi avionik tercanggih, F-35 dilengkapi dengan radar AESA AN/APG-81 serta sistem Helmet Mounted Display System (HMDS) yang memberikan kesadaran situasional 360 derajat bagi penerbangnya.
Dari segi persenjataan, F-35 mengusung meriam internal 25 mm GAU-22/A (khusus pada varian F-35A) dan dilengkapi dengan internal weapons bay guna mempertahankan profil silumannya. Pesawat ini dapat membawa berbagai rudal udara ke udara jarak jauh seperti AIM-120 AMRAAM dan rudal udara ke udara jarak dekat AIM-9X Sidewinder, serta amunisi presisi udara-ke-darat seperti Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small Diameter Bomb (SDB). Dalam mode pertempuran terbuka (Beast Mode), F-35 juga dapat mengangkut beban senjata tambahan pada gantungan eksternal (hardpoints) di bawah sayapnya.
F-35 diproduksi melalui program internasional dan telah digunakan secara luas oleh berbagai angkatan udara di dunia. Negara penggunanya meliputi Amerika Serikat (USAF, US Navy, USMC), Inggris, Israel, Australia, Jepang, Korea Selatan, Norwegia, Belanda, Italia, Denmark, Belgia, serta beberapa negara anggota NATO lainnya.
2. Chengdu J-20 Mighty Dragon

Chengdu J-20 Mighty Dragon merupakan jet tempur siluman generasi kelima yang dikembangkan oleh Chengdu Aerospace Corporation (CAC) untuk Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF). Pesawat ini memiliki desain bodi canard-delta yang dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan siluman dan stabilitas aerodinamis pada kecepatan tinggi. Ditenagai oleh dua mesin turbofan (seperti WS-10C atau WS-15), J-20 mampu melaju hingga kecepatan maksimum Mach 2.0+ dan memiliki jangkauan tempur yang sangat jauh untuk mendukung operasi penguasaan ruang udara kawasan Pasifik.
Sistem persenjataan J-20 ditempatkan di dalam ruang senjata internal (internal bay) utama dan samping untuk menjaga tingkat visibilitas radar tetap rendah. Kompartemen utamanya dirancang untuk mengangkut rudal udara-ke-udara jarak jauh beyond-visual-range (BVR) tipe PL-15, sedangkan kompartemen samping difungsikan untuk membawa rudal udara-ke-udara jarak pendek pemandu inframerah tipe PL-10. Kombinasi radar AESA canggih dan rudal jarak jauh ini menjadikan J-20 sebagai platform pencegat udara yang sangat mematikan.
Baca Juga: Guncang dominasi AS, China diprediksi miliki 1.000 jet tempur siluman J-20 pada 2030
Saat ini, China adalah satu-satunya negara yang mengoperasikan Chengdu J-20. Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) menyiagakan pesawat ini secara eksklusif untuk memperkuat armada tempur garis depan dan menjaga kedaulatan wilayah udaranya.
3. Lockheed Martin F-22 Raptor

Lockheed Martin F-22 Raptor adalah jet tempur supremasi udara generasi kelima pertama di dunia yang dikembangkan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). Ditenagai oleh dua mesin Pratt & Whitney F119-PW-100 dengan teknologi thrust vectoring (pengarah dorongan mesin), F-22 memiliki kelincahan super (supermaneuverability) serta kemampuan supercruise (terbang pada kecepatan supersonik tanpa afterburner) hingga Mach 1.82, dengan kecepatan maksimum mencapai Mach 2.25. Didukung radar AESA AN/APG-77, pesawat ini memiliki tingkat visibilitas radar (Radar Cross Section) yang sangat kecil.
Untuk menjaga aspek siluman, seluruh persenjataan utama F-22 disimpan di dalam ruang senjata internal. Pesawat ini dipersenjatai dengan satu meriam rotari 20 mm M61A2 Vulcan, enam rudal udara ke udara AIM-120 AMRAAM, serta dua rudal AIM-9 Sidewinder di kompartemen samping. Selain misi air-to-air, F-22 juga mampu mengangkut bom pemandu presisi seperti GBU-32 JDAM untuk misi serangan darat taktis.
Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara pengguna F-22. Pemerintah AS memberlakukan larangan hukum ekspor (federal law ban) terhadap Raptor untuk melindungi teknologi siluman yang sensitif, sehingga pesawat ini dioperasikan secara eksklusif oleh Angkatan Udara AS (USAF).
4. Sukhoi Su-57 Felon

Sukhoi Su-57 Felon adalah jet tempur siluman multiperan generasi kelima yang dikembangkan oleh United Aircraft Corporation (UAC), bagian dari Rostec, untuk Angkatan Dirgantara Rusia. Pesawat ini dirancang untuk menghancurkan sasaran udara, darat, maupun laut dengan memadukan kemampuan siluman, manuver ekstrem (supermaneuverability), serta sistem avionik terintegrasi.
Ditenagai oleh dua mesin Saturn AL-41F1 (atau Izdeliye 30 pada varian terbaru), Su-57 dapat mencapai kecepatan maksimum hingga Mach 2.0 dan memiliki kemampuan supercruise. Pesawat ini dilengkapi dengan sistem radar AESA Sh121 yang terpasang di bagian hidung serta samping bodi untuk pemindaian sudut lebar.
Persenjataan Su-57 ditempatkan pada dua kompartemen senjata internal utama serta dua kompartemen kecil di pangkal sayap. Pesawat ini dibekali meriam internal 30 mm Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dan mengangkut beragam peluru kendali mutakhir, seperti rudal udara ke udara jarak jauh R-77M, R-74M2, serta rudal jelajah udara ke darat Kh-59MK2. Su-57 juga dapat mengangkut persenjataan berat tambahan di gantungan luar jika kondisi pertempuran tidak memerlukan fitur siluman penuh.
Baca Juga: Gambar paling gres: Ini dia Su-57D, versi tandem telah sukses melakukan penerbangan perdananya
Saat ini, Su-57 dioperasikan secara resmi oleh Angkatan Dirgantara Rusia (Russian Aerospace Forces/VKS). Pesawat ini terus diproduksi secara bertahap untuk menggantikan armada tempur generasi terdahulu di jajaran militer Rusia. Yang terbaru, UAC juga telah membuat Su-57 varian tandem dengan kode Su-57D. Pesawat ini telah mengudara oleh pilot Sergey Bogdan dan saat ini masih menjalani beragam pengujian. Su-57D, selain dapat digunakan juga untuk pelatihan, pesawat ini didesain sebagai komando tempur udara yang akan mengendalikan kelompok drone tempur pendamping S-70 Okhotnik-B.
5. Dassault Rafale

Dassault Rafale adalah jet tempur multiperan (omnirole) generasi 4,5 buatan Prancis yang dirancang oleh Dassault Aviation untuk menjalankan berbagai variasi misi secara bersamaan. Ditenagai oleh dua mesin turbofan Snecma M88-2, Rafale mampu melaju hingga kecepatan maksimum Mach 1.8 (sekitar 1.912 km/jam) dengan batas ketinggian terbang hingga 50.000 kaki. Pesawat ini mengusung desain sayap delta-canard yang lincah dan dilengkapi dengan radar AESA Thales RBE2 serta sistem pertahanan elektronik terintegrasi SPECTRA untuk mendeteksi dan menetralisir ancaman musuh.
Rafale dikenal memiliki daya angkut muatan yang sangat besar melalui 14 gantungan eksternal (hardpoints). Persenjataannya meliputi meriam internal 30 mm GIAT 30/M791, rudal udara ke udara jarak jauh Meteor dan MICA, rudal jelajah jarak jauh SCALP EG/Storm Shadow, serta bom presisi AASM Hammer. Untuk varian Angkatan Laut Prancis, Rafale juga dirancang untuk membawa rudal nuklir ASMP-A sebagai bagian dari pilar penangkal nuklir strategis.
Dassault Rafale dioperasikan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis. Selain Prancis, pesawat ini telah diekspor dan digunakan oleh angkatan udara beberapa negara seperti Mesir, Qatar, Yunani, India, Kroasia, serta telah dipesan oleh Indonesia dan Uni Emirat Arab.
6. Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon adalah jet tempur multiperan generasi 4.5 hasil konsorsium empat negara Eropa, yaitu Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol. Ditenagai oleh dua mesin Eurojet EJ200 dengan afterburner, Typhoon mampu melaju hingga kecepatan maksimum Mach 2.0 (sekitar 2.495 km/jam) dan memiliki kemampuan supercruise. Pesawat berdesain sayap delta-canard ini dilengkapi dengan radar AESA Captor-E canggih yang memberikan jangkauan deteksi sangat jauh serta kelincahan tinggi di udara.
Dalam hal persenjataan, Typhoon mengusung meriam internal 27 mm Mauser BK-27 dan dilengkapi dengan 13 hardpoints eksternal. Pesawat ini sangat ditakuti karena kemampuannya mengangkut rudal udara-ke-udara BVR Meteor, AIM-120 AMRAAM, serta IRIS-T dan ASRAAM untuk pertempuran jarak dekat. Untuk serangan darat, Typhoon mengusung amunisi pemandu presisi seperti bom Paveway, Brimstone, serta rudal jelajah Storm Shadow/Taurus.
Eurofighter Typhoon dioperasikan secara utama oleh negara-negara pembuatnya, yaitu Angkatan Udara Inggris (RAF), Jerman (Luftwaffe), Italia, dan Spanyol. Selain itu, pesawat ini juga sukses diekspor ke beberapa negara di kawasan Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Oman, Kuwait, dan Qatar.
7. Boeing F/A-18E/F Super Hornet

Boeing F/A-18E/F Super Hornet adalah jet tempur berbasis kapal induk (carrier-capable) generasi 4.5 buatan Amerika Serikat yang dirancang khusus untuk Angkatan Laut AS (US Navy). Ditenagai oleh dua mesin General Electric F414-GE-400, Super Hornet mampu mencapai kecepatan maksimum Mach 1.6 (sekitar 1.960 km/jam). Pesawat ini dilengkapi dengan radar AESA AN/APG-79 yang memungkinkan pelacakan target simultan serta penargetan presisi dari jarak jauh.
Persenjataan Super Hornet dipusatkan pada meriam rotari 20 mm M61A2 Vulcan serta 11 hardpoints di bawah sayap dan bodi. Pesawat ini dapat membawa amunisi udara-ke-udara seperti AIM-120 AMRAAM dan AIM-9X Sidewinder, serta beragam persenjataan serangan maritim dan darat seperti rudal antikapal AGM-84 Harpoon, AGM-154 JSOW, AGM-88 HARM untuk penumpasan radar lawan, hingga bom pemandu JDAM.
Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) merupakan operator utama F/A-18E/F Super Hornet sebagai tulang punggung armada kapal induknya. Di tingkat internasional, pesawat ini digunakan oleh Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) serta Angkatan Udara Kuwait.
8. Boeing F-15EX Eagle II

Boeing F-15EX Eagle II adalah varian paling modern dari keluarga F-15 Eagle yang legendaris, dikategorikan sebagai jet tempur generasi 4.5+. Ditenagai oleh dua mesin General Electric F110-GE-129, F-15EX memiliki kecepatan luar biasa hingga Mach 2.5 (sekitar 3.060 km/jam), menjadikannya salah satu jet tempur tercepat yang beroperasi saat ini. Pesawat ini dibekali sistem kontrol fly-by-wire digital, radar AESA AN/APG-82(V)1, serta komputer misi ultracepat ADCP II.
F-15EX dikenal sebagai “truk senjata” karena kapasitas muatannya yang terbesar di kelasnya, mencapai hingga 13,3 ton persenjataan pada 23 hardpoints. Pesawat ini mengusung meriam 20 mm M61 Vulcan dan dapat mengangkut hingga 12 rudal udara ke udara (seperti AIM-120 AMRAAM dan AIM-9X), serta dipersiapkan secara khusus untuk membawa rudal-rudal hipersonik berukuran besar dan berbagai bom pemandu presisi.
Pengguna utama pesawat ini adalah Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), yang memesannya untuk memperkuat dan memodernisasi armada tempur mereka. Selain itu, F-15EX juga dipasarkan secara internasional dan menarik minat beberapa negara sekutu utama Amerika Serikat, termasuk Indonesia yang telah menandatangani komitmen pembelian.
9. Saab JAS 39E/F Gripen

Saab Gripen E/F (Gripen NG) adalah jet tempur generasi 4,5 buatan Swedia yang dirancang dengan efisiensi operasional dan fleksibilitas tinggi. Ditenagai oleh satu mesin General Electric F414G, Gripen E (versi kursi tunggal) mampu mencapai kecepatan maksimum Mach 2.0 dan memiliki kemampuan supercruise. Pesawat ini dibekali radar AESA Raven ES-05 dengan pemindaian sudut lebar, sensor penjejak infra-merah IRST Skyward-G, serta sistem perang elektronik terintegrasi yang sangat canggih.
Dari sisi persenjataan, Gripen E dilengkapi meriam internal 27 mm Mauser BK-27 (pada varian tunggal) dan 10 hardpoints. Pesawat ini mampu mengangkut rudal BVR Meteor yang sangat mematikan, IRIS-T, AIM-120 AMRAAM, serta rudal antikapal RBS-15. Keunggulan unik Gripen E terletak pada arsitektur perangkat lunaknya yang modular, memungkinkan integrasi senjata dari berbagai negara penyedia dengan cepat.
Varian Gripen E/F dikembangkan untuk Angkatan Udara Swedia dan Angkatan Udara Brasil (F-39 Gripen). Sementara itu, varian Gripen generasi sebelumnya (Gripen C/D) telah dioperasikan oleh Swedia, Ceko, Hungaria, Afrika Selatan, Thailand, serta Sekolah Penerbang Uji Kerajaan Inggris (ETPS).
10. Sukhoi Su-35 Flanker-E

Sukhoi Su-35 Flanker-E adalah jet tempur supremasi udara generasi 4++ buatan Rusia yang dikembangkan dari basis Su-27. Ditenagai oleh dua mesin Saturn AL-41F1S yang dilengkapi nosel pengarah dorongan (thrust-vectoring), Su-35 memiliki kelincahan aerobatik super (supermaneuverability) dan mampu melaju hingga kecepatan maksimum Mach 2.25 (sekitar 2.400 km/jam). Pesawat ini menggunakan radar Irbis-E PESA yang memiliki jangkauan pelacakan target udara sangat jauh.
Su-35 dipersenjatai dengan meriam internal 30 mm GSh-30-1 dan dapat membawa hingga 8 ton persenjataan pada 12 hardpoints. Pesawat ini mampu membawa jajaran rudal udara ke udara jarak jauh dan menengah seperti R-77, R-27, dan R-73, serta berbagai amunisi presisi udara ke darat seperti rudal anti-kapal Kh-31, rudal antiradar, dan bom pemandu TV/laser.
Pengguna utama Sukhoi Su-35 adalah Angkatan Dirgantara Rusia (Russian Aerospace Forces/VKS) yang menggunakannya dalam berbagai operasi militer. Di pasar internasional, Su-35 juga telah dibeli dan dioperasikan oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF). Selain China, Mesir dan Aljazair juga termasuk negara yang mengakuisisi jet tempur superioritas udara ini. Indonesia disebut-sebut juga sebagai negara pengguna berikutnya. (RNS)

Nyaris tidak percaya bahwa F16 Block 72 Viper tidak ada dalam daftar 10 Pesawat Jet Tempur terbaik