UAV jadi pencegah imigran ilegal masuk ke Thailand

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pemerintah Thailand telah menggunakan sejumlah pesawat tanpa awak (UAV) atau drone milik Angkatan Udara Thailand (RTAF) sebagai wahana udara pencegah masuknya para imigran ilegal ke negeri itu.

Hal ini dilakukan terlebih di masa pandemi COVID-19.

Sedikitnya dua tipe UAV telah digunakan untuk mengidentifikasi adalah imigran ilegal maupun tindakan pelanggaran karantina.

UAV yang digunakan adalah Aerostar buatan Aeronautics Defense Systems dari Israel dan U-1 buatan RV Connex, Thailand.

Kedua UAV tersebut memiliki kemampuan pengawasan dari udara pada siang maupun malam hari.

Aerostar dikerahkan dari Skadron 404, sementara U-1 dari Skadron 301.

RTAF juga menggunakan Dominator UAV, yaitu UAV versi terbaru dari pesawat DA42 Twin Star buatan Diamond, Austria.

Pesawat tak berawak tersebut merupakan pesawat DA42 yang telah dimodifikasi oleh Aeronautics Defense Systems, Israel menjadi drone jenis MALE (medium-altitude, long-endurance).

Roni Sont

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *