Sukses di medan perang, USV Magura Ukraina akan diproduksi di AS
ReconCraftAIRSPACE REVIEW – Dua perusahaan asal Amerika Serikat, UForce dan ReconCraft, telah menandatangani nota kesepahaman di Kedutaan Besar Ukraina di Washington untuk memproduksi kapal permukaan tak berawak (USV) Magura Ukraina di AS.
Perjanjian yang ditandatangani pada 21 Juli 2026 ini memanfaatkan fasilitas manufaktur dan basis teknik maritim ReconCraft di Oregon dan Carolina Selatan untuk melokalisasi produksi bagi program pertahanan AS.
Inisiatif ini memungkinkan para mitra untuk mengadaptasi komunikasi, perangkat lunak, muatan, dan antarmuka senjata dari sistem maritim otonom yang telah teruji dalam pertempuran tersebut sesuai dengan persyaratan militer AS.
Berdasarkan perjanjian tersebut, UForce USA mengelola pengembangan pasar, hubungan pemerintah, dan integrasi perangkat lunak, sementara ReconCraft mengawasi konstruksi lambung, perakitan sistem, dan peningkatan produksi skala industri.
Dikembangkan untuk HUR
Berdasarkan sejarahnya, USV Magura berasal dari upaya Ukraina untuk mengembangkan kemampuan serangan maritim jarak jauh setelah kehilangan dan direbutnya sebagian besar aset angkatan laut konvensionalnya oleh Rusia.
Pengembangan wahana uji Magura V1 dan V2 dimulai pada Mei 2022. Sementara varian Magura V5 baru diperkenalkan secara publik di Pameran Industri Pertahanan Internasional di Istanbul pada Juli 2023.
Platform Magura V5 ini memiliki panjang 5,5 m dengan lebar sekitar 1,5 m, massa total di bawah 1.000 kg. Muatannya antara 200 hingga 300 kg, termasuk bahan peledak.
Kapal dapat meluncur di permukaan air dengan kecepatan sekitar 22 knot (41 km/jam) dan maksimum 42 knot (78 km/jam). Daya tahannya mencapai 60 jam atau jangkauan maksimum 800 km.
Navigasinya menggunakan metode GNSS otomatis, inersia, dan visual, didukung oleh perangkat lunak autopilot dan kendali jarak jauh manual.
Arsitektur komunikasi Magura V5 dapat menggunakan tautan mesh dan komunikasi satelit, mendukung hingga tiga aliran video HD simultan dan mencakup enkripsi 256-bit.
Selain sebagai drone kamikaze, Magura V5 juga dikembangkan untuk melawan pesawat, helikopter, dan drone Rusia, yang dipersenjatai dengan rudal R-73 atau AIM-9 Sidewinder yang telah dimodifikasi.
Kontrak produksi Magura V sendiri diberikan oleh Direktorat Utama Intelijen Ukraina (HUR) kepada pengembang swasta yang sebelumnya telah bekerja sama dengan Dinas Keamanan Ukraina pada proyek drone angkatan laut lainnya.
Selanjutnya keluarga Magura mulai digunakan secara operasional oleh personel HUR yang bekerja bersama Brigade Kapal Permukaan Tak Berawak ke-385, yang dibentuk pada Agustus 2023.
Sukses di Laut Hitam
Catatan di penggunaan Magura V5 di Laut Hitam menjelaskan mengapa perusahaan AS mempertimbangkannya sebagai kandidat produksi daripada mengembangkan USV eksperimental lainnya dari awal.
Pada Mei 2023, tiga Magura V5 menyerang kapal intelijen Rusia Ivan Khurs, kemudian pada 11 November 2023, beberapa Magura V5 berhasil menenggelamkan kapal pendaratan kelas Serna D-144 dan kapal pendaratan kelas Akula D-295 di Chornomorske.
Pada 1 Februari 2024, enam Magura V5 menyerang dan menenggelamkan korvet rudal Project 1241 Tarantul-III Ivanovets di dekat Danau Donuzlav. Lalu pada 14 Februari, Magura V5 lainnya menenggelamkan kapal pendaratan Project 775 yang lebih besar, Tsezar Kunikov, di dekat Alupka.
Tercatat pada 5 Maret 2024 Magura V5 kembali menenggelamkan kapal patroli Proyek 22160 Sergey Kotov di dekat Selat Kerch.
Baca Juga: Ukraina: Magura V5 USV berhasil menembak jatuh helikopter Mi-8 Rusia menggunakan rudal R-73 SeaDragon
Serangan Magura V5 lainnya juga menghancurkan dua kapal KC-701 pada tanggal 30 Mei 2024, dan satu kapal KS-701 lainnya di dekat Chornomorske pada 10 Agustus 2024.
Hingga per Agustus 2024, komandan Grup 13 HUR menyatakan bahwa Magura V5 telah merusak 18 kapal Rusia dalam waktu sekitar 18 bulan.
Dampak kumulatifnya bukanlah penghapusan fisik Armada Laut Hitam Rusia, tetapi penghapusan sebagian besar kebebasan operasionalnya di sebelah barat Krimea.
Di mana Rusia harus memindahkan kapal-kapal utamanya dari Sevastopol ke Novorossiysk, serta memperluas penghalang dan pembatas pelabuhan, dan penempatan sistem persenjataan untuk mencegah USV tersebut mendekat. (RBS)
