Saab raih cuan Rp13 triliun untuk lengkapi fregat F128 Jerman dengan berbagai sistem canggih

Fregat MEKO A-200 buatan JermanTKMS
Fregat MEKO A-200 (F128) buatan TKMS Jerman.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan Swedia, Saab, secara resmi telah menandatangani kontrak bernilai sekitar 8,7 miliar Krona Swedia (sekitar Rp13,1 triliun) dengan ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS). Kontrak ini bertujuan untuk memasok serta mengintegrasikan berbagai sistem canggih pada kapal fregat generasi terbaru F128 Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine).

Berdasarkan kontrak pada 16 Juli tersebut, Saab akan melengkapi empat unit kapal fregat kelas MEKO A-200 DEU (F128) Jerman, lengkap dengan opsi tambahan untuk unit berikutnya.

Sistem yang disuplai mencakup Sistem Manajemen Tempur 9LV Combat Management System (CMS), radar Sea Giraffe 4A Fixed Face dan Sea Giraffe 1X, struktur komposit, serta berbagai sensor modern.

Pengintegrasian teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran situasi (situational awareness) serta mempercepat respons tempur armada laut Jerman di tengah dinamika geopolitik global.

Jadwal pengiriman dan pengintegrasian seluruh peralatan canggih dari Saab ke galangan kapal TKMS ini dijadwalkan berlangsung mulai tahun 2029 hingga 2032.

Varian Fregat Paling Modern

Fregat kelas MEKO A-200 DEU (F128) merupakan varian paling modern dari keluarga kapal perang desain modul buatan galangan kapal TKMS Jerman.

Kapal perang ini dirancang dengan garis lambung serta superstruktur berpenampang stealth guna meminimalkan jejak radar, termal, maupun akustik di lautan.

Baca Juga: Jerman batalkan program Fregat F126 dan alihkan ke MEKO A-200

Salah satu keunggulan utama dari rancangan MEKO A-200 adalah penerapan sistem propulsi gabungan CODAG-WARP (Combined Diesel and Gas / Waterjet and Refined Propellers).

Sistem pendorong hidrodinamis tersebut memungkinkan kapal berlayar secara efisien pada kecepatan jelajah ekonomis sekaligus mampu berakselerasi dengan sangat cepat saat menghadapi ancaman tempur.

Persenjataan

Dari segi persenjataan, fregat F128 akan dibekali sistem peluncur rudal vertikal (VLS) untuk pertahanan udara jarak menengah hingga jauh serta meriam utama kaliber besar di bagian haluan.

Kapal juga dilengkapi rudal antikapal generasi terbaru, torpedo anti-kapal selam, serta sistem pertahanan jarak dekat (CIWS) untuk meredam serangan rudal laut (sea-skimming).

Baca Juga: Angkatan Laut Arab Saudi mengincar fregat canggih MEKO A-200 dari Jerman

Kehadiran empat unit fregat F128 ini diproyeksikan bakal menggantikan peran kapal-kapal perang lama Angkatan Laut Jerman yang telah memasuki masa pensiun.

Dengan kombinasi lambung stealth, propulsi lincah, serta integrasi sistem tempur 9LV buatan Saab, F128 akan menjadi tulang punggung baru Jerman dalam menjaga keamanan perairan NATO dan kawasan internasional. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *