Militer Australia samarkan M1A2 Abrams menjadi replika tank Type 99 China
Australian ArmyAIRSPACE REVIEW – Pemandangan tidak biasa baru-baru ini terlihat dari armada tempur Angkatan Darat Australia (Australian Army). Salah satu tank tempur utama (MBT) paling canggih buatan Amerika Serikat, M1A2 Abrams, mendadak muncul di hadapan publik dengan wujud yang sengaja disulap menyerupai tank Type 99 China.
Langkah unik ini bukanlah sekadar eksperimen estetika atau aksi pamer belaka, melainkan sebuah strategi simulasi perang tingkat tinggi yang mencerminkan pergeseran mendasar dalam doktrin pertahanan Australia di kawasan Indo-Pasifik.
Foto-foto yang diunggah oleh School of Armor dari Australian Army, yaitu pusat keunggulan tempur kavaleri yang berlokasi di Puckapunyal Military Area, Victoria, menampilkan M1A2 Abrams dengan perombakan visual yang cukup mencolok.
Tank tersebut dicat ulang menggunakan skema kamuflase digital berpola blok empat warna dengan dominasi warna hijau cerah, sangat identik dengan gaya pengecatan khas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.
Replika Tangki Juga Disesuaikan
Selain warna kulitnya, perombakan juga terlihat pada pemasangan replika tangki bahan bakar tambahan di bagian belakang kubah (turet). Fitur tangki eksternal ini merupakan ciri khas desain tank buatan Soviet dan China.
Karena keterbatasan desain Abrams yang memiliki lubang pembuangan udara panas mesin turbin di bagian belakang lambung, tangki buatan ini terpaksa dipasang pada kubah atas demi mengejar kemiripan bentuk.
Menariknya, para prajurit yang merancang penyamaran ini juga menyisipkan sentuhan humor segar di tengah persiapan latihan yang serius. Di salah satu sisi kubah tank, terlihat tulisan slogan “Bing Chilling”, sebuah referensi populer dari meme internet ketika aktor dan pegulat John Cena menyebut kata es krim dalam bahasa Mandarin.
Namun di luar unsur humor tersebut, modifikasi kosmetik ini secara keseluruhan berhasil mengubah siluet M1A2 agar secara visual sangat mirip dengan Type 99, yang merupakan MBT generasi ketiga paling vital dalam inventaris militer China saat ini.
Realisme Visual Dalam Latihan Pertempuran
Seperti dilaporkan TWZ, tank penyamar tersebut disiapkan secara khusus oleh para prajurit dari B Squadron, 3rd/4th Cavalry Regiment. Kendaraan ini difungsikan sebagai bagian dari Opposing Force (OPFOR) atau pasukan simulasi musuh dalam program Royal Australian Armored Corps Officer Basic Course.
Latihan bertajuk Exercise Tungsten Forge/Gauntlet Strike ini menjadi ajang pembuktian capstone bagi para perwira muda kavaleri dalam mengasah taktik perang mekanis.
Tujuan utama menghadirkan platform tiruan semacam ini adalah untuk memberikan tingkat realisme visual yang lebih tinggi saat latihan lapangan.
Baca Juga: Angkatan Darat Australia bersiap menyambut kedatangan M1A2 SEPv3 Abrams MBT dan AS21 Redback IFV
Saat berhadapan langsung dengan kendaraan yang menyerupai armada musuh sebenarnya, para calon komandan dapat menguji dan meningkatkan kemampuan identifikasi target serta pengamatan medan tempur secara lebih konkrit.
Pemilihan Abrams sebagai platform tiruan juga didasari atas alasan kepraktisan dan efisiensi biaya. Karena perubahan yang dilakukan murni bersifat kosmetik pada bagian luar, tank ini dapat dengan mudah dan cepat dikembalikan ke konfigurasi tempur aslinya begitu latihan selesai.
Pendekatan ini berbeda dengan militer AS di National Training Center yang kerap menggunakan kendaraan cadangan seperti M113 atau Humvee untuk dimodifikasi permanen menjadi tank T-72 atau BTR Rusia.
Mengingat Australia saat ini sedang dalam proses memperbarui armada kavalerinya melalui akuisisi 75 unit M1A2 SEPv3 Abrams bernilai 2,5 miliar dolar AS, fleksibilitas penggunaan armada yang ada menjadi sangat krusial.
Imbangi Kebangkitan Militer China
Kehadiran tank Abrams berwajah militer China ini pada akhirnya menjadi cerminan nyata dari dinamika geopolitik kawasan. Sejak diluncurkannya Defense Strategic Review 2023 dan National Defense Strategy, Pemerintah Australia secara terbuka mengalihkan fokus pertahanannya untuk bersiap menghadapi potensi konflik berskala besar di Indo-Pasifik.
Meskipun Canberra tergolong hati-hati untuk tidak secara eksplisit menyebut Beijing sebagai lawan dalam dokumen resmi, arah modernisasi militer Australia, mulai dari akuisisi kapal selam nuklir AUKUS, pangkalan militer utara, hingga simulasi perang berintensitas tinggi, jelas dirancang untuk mengimbangi kebangkitan militer China.
Baca Juga: Siasati pertempuran Indo-Pasifik masa depan, Angkatan Darat AS berniat borong 1.134 PrSM
Praktik ini pun sejatinya dilakukan oleh kedua belah pihak, di mana China sendiri sebelumnya kedapatan membuat kendaraan tiruan yang menyerupai sistem peluncur roket M142 HIMARS milik AS dan Taiwan untuk keperluan latihan armada mereka. Ya, begitulah, sah saja kan..? (PN)
