Siasati pertempuran Indo-Pasifik masa depan, Angkatan Darat AS berniat borong 1.134 PrSM

PrSMLockheed Martin

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) sedang mempersiapkan perluasan besar-besaran kemampuan serangan jarak jauhnya dengan berencana mengakuisisi 1.134 PrSM (Precision Strike Missile) dan peningkatan pengadaan sistsm peluncur roket M142 HIMARS di bawah permintaan anggaran tahun 2027.

Keputusan ini mencerminkan pelajaran yang dipetik dari konflik-konflik baru-baru ini, khususnya di Ukraina dan perang AS-Israel dengan Iran.

Diakui, artileri roket berpemandu presisi telah terbukti sangat penting dalam menargetkan pos komando, pusat logistik, gudang amunisi, aset pertahanan udara, dan titik-titik penting lainnya yang berada jauh di garis belakang.

Menggantikan ATACMS

Pengadaan PrSM ini untuk menggantikan rudal taktis ATACMS (Army Tactical Missile System) yang sudah tua dan dirancang untuk memberikan jangkauan lebih luas, akurasi lebih baik, dan kemampuan bertahan lebih tinggi terhadap jaringan sistem pertahanan udara modern.

Tidak seperti ATACMS yang membawa satu rudal per pod peluncur, PrSM memungkinkan untuk dua rudal sekaligus. Secara efektif kemampuan ini menggandakan kapasitas serangan baik baterai M240 HIMARS maupun M270 MLSS (Multiple Launch Rocket System).

Untuk jangkauan tembaknya, PrSM mencapai jarak 500 km, meluncur dengan kecepatan 3,5 Mach dan muatan hulu ledak yang dibawanya mencapai 90 kg.

Sedangkan ATACMS yang digantikannya, memiliki jangkauan hingga 300 km, meluncur dengan kecepatan 3 Mach, dan membawa muatan hulu ledak 160 kg.

Bersama dengan pengadaan PrSM, anggaran tahun 2027 juga mencakup pendanaan untuk sistem rudal Mid-Range Capability, pengembangan Senjata Hipersonik Jarak Jauh, dan pengadaan 4.824 roket Guided Multiple Launch Rocket System (GMLRS).

Sistem-sistem ini akan menciptakan arsitektur serangan berlapis yang mampu menyerang target di berbagai tingkat taktis, operasional, dan strategis.

Ekspansi ini memiliki arti penting khusus bagi kawasan Indo-Pasifik, di mana jarak dan lingkungan operasi yang tersebar menuntut kemampuan serangan presisi jarak jauh yang tinggi.

Para perencana militer semakin memandang formasi rudal bergerak yang dilengkapi dengan HIMARS dan PrSM sebagai kontributor penting bagi upaya pencegahan bersama yang mampu mengancam jaringan komando, pangkalan udara, dan pusat logistik musuh yang tersebar. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *