Bikin Jepang gerah, China tembakkan rudal balistik nuklir dari kapal selam ke Samudra Pasifik

China tembakkan rudal balistik dari kapal selamXinhua
China tembakkan rudal balistik dari kapal selam.

AIRSPACE REVIEW – Sebuah kapal selam Angkatan Laut China (PLAN) telah menembakkan rudal balistik berkemampuan nuklir ke Samudra Pasifik pada hari Senin 6 Juli 2026. Rudal tersebut menggunakan hulu ledak tiruan.

Dilaporkan, Kedubes Jepang di Beijing menerima pemberitahuan resmi 90 menit sebelum peluncuran dilaksanakan, dan sempat mendesak Beijing untuk membatalkan uji coba tersebut.

Berdasarkan data pelacakan independen yang diungkapkan oleh Jonathan McDowell, seorang astrofisikawan Harvard-Smithsonian, di X disebutkan bahwa peluncuran suborbital terjadi pada pukul 4:01 pagi UTC pada tanggal 6 Juli 2026, yang setara dengan tengah hari di Beijing.

McDowell mengidentifikasi senjata tersebut sebagai rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) JL-2 atau JL-3. Rudal ditembakkan dari Laut Bohai, perairan di lepas pantai timur laut China yang menjadi lokasi beberapa fasilitas angkatan laut China.

Ia memperkirakan lintasan sekitar 3.900 x 1.050 km dan kemiringan 44 derajat, dengan benturan terjadi sekitar pukul 4:28 pagi UTC di dekat 174 derajat timur, 6 derajat selatan, hamparan perairan Pasifik terbuka di tenggara Kepulauan Solomon.

Rudal Balistik Berjangkauan 10.000 Km

Untuk diketahui, rudal balistik JL-2 telah beroperasi selama lebih dari satu dekade dengan perkiraan jangkauan sekitar 7.200 hingga 9.000 km.

Sementara versi JL-3 yang lebih baru melampaui 10.000 km dan diyakini mampu membawa beberapa hulu ledak yang dapat ditargetkan secara independen.

Kedua rudal tersebut dirancang untuk diluncurkan dari kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir kelas “Jin” Type 094 dan Type 094A.

PLAN diperkirakan mengoperasikan sekitar sembilan kapal selam strategis ini yang membentuk tulang punggung kemampuan Beijing untuk menyerang dari laut daripada hanya mengandalkan silo atau peluncur bergerak berbasis darat.

Bukan yang Pertama

Uji coba pada 6 Juli 2026 tersebut, bukanlah peluncuran Pasifik pertama China yang menuai kecaman internasional.

Pada September 2024, Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat menembakkan rudal balistik antarbenua dengan hulu ledak tiruan ke perairan dekat Polinesia Prancis, menandai uji coba publik pertama Beijing jenis itu dalam lebih dari empat dekade.

Baca Juga: Misterius, kapal selam raksasa baru China tanpa menara komando tertangkap satelit

Para analis menganggap kegiatan uji coba tersebut sebagai sinyal dari China kepada dunia, bahwa kekuatan nuklir bawah airnya telah matang. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *