Akselerasi tinggi, insinyur PT PAL memulai pembangunan fisik kapal selam Scorpène Juli ini

PT PAL Indonesia memulai pembangunan fisik kapal selam Scorpene _Wikimedia, PT PAL
PT PAL Indonesia memulai pembangunan fisik kapal selam Scorpene.

AIRSPACE REVIEW – Kemampuan insinyur pertahanan Indonesia kembali menorehkan tonggak sejarah baru dalam penguasaan teknologi alutsista strategis global. Kerja sama erat antara PT PAL Indonesia dan Naval Group Prancis berhasil menuntaskan tahapan krusial Qualification Section untuk program kapal selam Scorpène Republik Indonesia (SRI).

Keberhasilan ini membuktikan bahwa proses transfer teknologi (Transfer of Technology) berjalan efektif dan berhasil mendongkrak kompetensi SDM domestik setara dengan standar manufaktur kapal selam kelas dunia.

PT PAL mengatakan, pencapaian ini sekaligus menjadi fondasi utama bagi dimulainya fase konstruksi fisik kapal selam pertama.

First Steel Cutting Dimulai Bulan Ini

Agenda penting First Steel Cutting (pemotongan plat baja pertama) yang semula dijadwalkan pada September, kini resmi dipercepat menjadi Juli 2026 ini.

Akselerasi jadwal ini mencerminkan tingginya komitmen serta kepercayaan diri kedua belah pihak terhadap kesiapan teknis para engineer dalam negeri.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, menegaskan bahwa esensi utama dari proyek ini melampaui sekadar kepemilikan armada baru.

Menurutnya, program ini merupakan wahana strategis untuk meningkatkan kompetensi insinyur Indonesia, memperkuat ekosistem industri dalam negeri, dan membangun kemandirian pertahanan yang berkelanjutan.

Bagi PT PAL, kualitas SDM adalah aset paling berharga yang akan menentukan daya saing industri pertahanan nasional di masa depan.

Pelatihan di Prancis

Sebelumnya, puluhan insinyur terbaik PT PAL telah menjalani pelatihan komprehensif di fasilitas Naval Group di Prancis.

Mereka mendalami berbagai disiplin ilmu manufaktur tingkat tinggi, mulai dari teknik pengelasan khusus, rekayasa konstruksi, instalasi sistem mekanikal dan kelistrikan, hingga sistem pengendalian mutu (quality control) yang ketat.

Seluruh ilmu tersebut kini langsung diimplementasikan dalam menyukseskan tahapan Qualification Section.

Pengakuan terhadap performa ini juga datang dari pihak mitra. Program Director Naval Group, Vincent Vimont, menyatakan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar bertujuan memproduksi dua unit kapal selam, melainkan membangun fondasi kemampuan nasional Indonesia secara jangka panjang.

Keterlibatan aktif PT PAL dalam setiap fase produksi menjadi bukti konkret bahwa industri pertahanan Indonesia kian matang dalam menguasai teknologi bawah air yang sarat risiko dan kompleksitas tinggi.

Standar Kualitas Jadi Prioritas

Proyek kapal selam Scorpène merupakan kelanjutan dari peta jalan (roadmap) panjang pengembangan kapabilitas kapal selam nasional yang telah dirintis PT PAL selama lebih dari satu dekade.

Melalui dukungan penuh dari Naval Group, proyek ini secara khusus diarahkan untuk mencapai kemampuan pembangunan kapal selam secara utuh di dalam negeri (whole local production).

Meskipun jadwal pemotongan baja pertama mengalami percepatan yang signifikan, PT PAL Indonesia dan Naval Group menjamin tidak akan ada kompromi terhadap standar kualitas.

Seluruh proses manufaktur tetap berjalan di bawah koridor ketat standar kualitas global, prosedur keselamatan kerja, serta keandalan performa platform yang menjadi prioritas utama. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *