Masuk tahap pra-produksi Scorpene Evolved, Indonesia pionir di ASEAN

Kapal selam Scorpene Evolved PT PALPT PAL

AIRSPACE REVIEW – PT PAL Indonesia bersama raksasa galangan kapal asal Prancis, Naval Group, resmi memulai tahap pra-produksi (pre-production) pembangunan kapal selam kelas Scorpene Evolved untuk TNI Angkatan Laut.

Langkah strategis ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pionir di ASEAN.

Di saat negara-negara tetangga masih sebatas membeli kapal selam utuh dari luar negeri, Indonesia menjadi negara pertama di kawasan yang berhasil mengamankan komitmen transfer teknologi (Transfer of Technology).

Melalui kerja sama ini, kapal selam modern tersebut akan dibangun langsung di galangan kapal dalam negeri di PT PAL Indonesia di Surabaya.

Fase Persiapan Teknis

Proyek strategis yang merupakan amanah dari Kementerian Pertahanan RI ini sekarang telah memasuki fase persiapan teknis yang matang.

Tahapan pra-produksi tersebut mencakup penyelarasan desain berstandar internasional serta kesiapan sistem produksi.

Selain itu, PT PAL juga fokus pada penyiapan infrastruktur pendukung di Surabaya hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Bukan sekadar kapal selam biasa, varian Scorpene Evolved yang akan dibangun ini bakal dilengkapi dengan teknologi canggih. Kapal selam ini menggunakan sistem Advanced and Improved Propulsion (AIP) berbasis baterai Lithium-ion.

Teknologi mutakhir tersebut membuat kapal selam mampu menyelam jauh lebih lama. Selain itu, armada ini dapat bergerak sangat senyap dan memiliki daya gentar (high deterrence effect) yang sangat diperhitungkan di kawasan.

Sebagai bukti keseriusan, proses fabrikasi awal untuk bagian kualifikasi (pilot hull sub-section) telah resmi dimulai. Momentum bersejarah ini ditandai dalam sebuah seremoni di Surabaya pada 12 Desember 2025 lalu.

Nilai Strategis dan Pengiriman Engineer ke Prancis

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan proyek ini menjadi daya tawar strategis bagi Indonesia.

“Di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan dunia di kawasan ASEAN, keberadaan industri pertahanan yang kuat menjadi daya tawar strategis bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang disegani di regional,” ujarnya.

Mengingat tingginya kompleksitas teknologi kapal selam, PT PAL tidak main-main dalam menyiapkan SDM nasional.

Oleh karena itu, puluhan engineer terbaik asli Indonesia telah diberangkatkan ke pusat galangan kapal Naval Group di Cherbourg, Prancis.

Di sana, tim engineer PT PAL mengikuti program pelatihan intensif. Tujuannya agar mereka mampu menguasai seluruh proses fabrikasi dan kualifikasi struktur kapal selam modern sesuai standar global.

Langkah ini sangat krusial agar ke depannya ekosistem industri dalam negeri bisa mandiri. Indonesia berkomitmen mengikuti jejak negara-negara besar Asia lainnya seperti India dan Korea Selatan yang sudah lebih dulu mapan.

Dampak Ekonomi dan Modernisasi Alutsista

Sementara itu, Direktur Program SRI Naval Group, Vincent Vimont, menyampaikan bahwa kemitraan dalam program transfer keterampilan yang ambisius ini didesain untuk jangka panjang.

Program ini bertujuan untuk mendongkrak ekonomi lokal serta memperkuat rantai pasok industri pertahanan Indonesia.

“Perjanjian yang ditandatangani dengan PT PAL, galangan kapal yang berpengalaman, akan mewujudkan ambisi besar tersebut,” kata Vincent Vimont.

Pembangunan kapal selam kelas Scorpene Evolved oleh PT PAL Indonesia menjadi pilar penting dalam agenda modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL. Melalui proyek Scorpene Evolved ini, Indonesia tidak hanya sekadar membeli teknologi.

Sebaliknya, Indonesia sedang melakukan lompatan besar (technology leap) menuju kemandirian industri pertahanan yang maju, bernilai ekonomi tinggi, dan siap bersaing di panggung global. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *