Angkatan Laut Prancis terima kapal selam nuklir De Grasse generasi Barracuda

Kapal selam nuklir De Grasse PrancisNaval Group
Kapal selam nuklir De Grasse Prancis.

AIRSPACE REVIEW – Galangan kapal Naval Group resmi menyerahkan De Grasse, kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN) keempat dalam kelas Barracuda, kepada Angkatan Laut Prancis.

Serah terima yang dilakukan di Cherbourg pada 26 Juni 2026 ini membawa Prancis selangkah lebih dekat untuk mengoperasikan total enam kapal selam modern guna menggantikan kelas Rubis yang sudah usang dan memperkuat pilar penangkalan serta proyeksi kekuatan mereka.

De Grasse menunjukkan perkembangan pesat dalam program modernisasi kapal selam Prancis setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian uji coba laut hanya dalam waktu empat bulan sejak pelayaran perdananya pada 24 Februari 2026.

Dengan empat unit kelas Barracuda yang kini telah diserahkan dan dua lainnya masih dalam proses konstruksi, Prancis mempercepat penguatan armada yang lebih senyap dan adaptif di perairan internasional.

Kecepatan serah terima ini sekaligus memastikan kesiapan operasional kapal untuk langsung mendukung peperangan laut kelas atas.

Spesifikasi Teknis Kelas Barracuda

Secara teknis, De Grasse dirancang dengan panjang 99 m, diameter lambung 8,8 m, serta memiliki bobot pemindahan sebesar 4.700 ton di permukaan dan mencapai 5.200 ton saat menyelam.

Kapal selam ini ditenagai oleh reaktor air bertekanan (pressurized water reactor) yang teknologinya diturunkan dari kapal selam rudal balistik kelas Triomphant dan kapal induk Charles de Gaulle.

Kombinasi reaktor ini dengan sistem pump-jet propulsor, sirip kendali buritan berbentuk X, serta tiang optronik non-penembus lambung membuat gerakan kapal menjadi jauh lebih senyap.

Selain itu deteksi akustiknya lebih superior dibandingkan generasi pendahulunya.

Aset bawah air ini mampu mengakomodir 65 kru pelaut beserta pasukan komando khusus untuk menjalankan misi infiltrasi rahasia.

Naval Group sendiri menargetkan angka kesiapan operasional yang tinggi, yaitu di atas 270 hari per tahun.

Target ini sangat krusial bagi militer Prancis karena nilai sejati dari sebuah kapal selam serang diukur dari seberapa banyak lambung kapal yang benar-benar siap berpatroli, mengawal, atau dikerahkan dalam waktu singkat, bukan sekadar jumlah di atas kertas.

Kombinasi Tiga Senjata Strategis

Peningkatan paling signifikan pada generasi Barracuda terletak pada konfigurasi persenjataannya yang mematikan melalui empat tabung busur 21 inci dengan kapasitas ruang penyimpanan hingga 24 senjata.

Senjata utama untuk pertempuran jarak dekat dan menengah adalah torpedo kelas berat F21 yang memiliki jangkauan 50 km dan mampu menyelam hingga kedalaman 500 m.

Torpedo ini menggunakan pemandu serat optik serta pemrosesan internal canggih yang memungkinkannya beroperasi di perairan pesisir, mengenali tipuan (decoy) musuh, hingga melakukan serangan ulang secara mandiri jika target pertama meleset.

Untuk menghadapi ancaman permukaan dari jarak yang lebih aman, De Grasse dibekali rudal antikapal SM39 Exocet yang diluncurkan dari bawah air menggunakan kapsul kedap air sebelum terbang rendah di atas permukaan laut (sea-skimming) menuju sasaran.

Selain itu, lompatan teknologi terbesar dihadirkan oleh Rudal Jelajah Angkatan Laut (Missile de Croisière Naval/MdCN).

Kehadiran rudal MdCN mengubah fundamental misi kapal selam ini karena mampu menghancurkan target infrastruktur tetap di darat, seperti pangkalan udara atau pusat logistik, dari jarak ratusan kilometer secara tersembunyi.

Fleksibilitas muatan ini memungkinkan komandan militer menyesuaikan konfigurasi kapal selam dengan profil taktis yang dibutuhkan di lapangan.

Dalam misi pengawalan gugus tempur kapal induk Charles de Gaulle atau kapal selam rudal balistik Prancis, armada akan memprioritaskan torpedo F21 dan rudal SM39 untuk menghalau kapal selam atau kapal permukaan musuh.

Sebaliknya, untuk misi serangan darat nasional, ruang penyimpanan akan dimaksimalkan untuk rudal MdCN dengan memanfaatkan keheningan akustik kapal demi menciptakan poros peluncuran yang tidak tertebak oleh lawan.

Perlindungan Strategis

Bagi Prancis, integrasi De Grasse memberikan keleluasaan besar dalam rotasi tugas antara wilayah Samudra Atlantik, Laut Mediterania, hingga kawasan Indo-Pasifik.

Kehadiran empat unit yang sudah aktif meminimalkan ketergantungan pada kelas Rubis serta memastikan ketersediaan armada yang seimbang antara tugas kawalan, perlindungan strategis, pengumpulan intelijen, serta siklus perawatan berkala di pangkalan Toulon.

Keberhasilan program ini sekaligus menjaga kedaulatan rantai industri pertahanan Prancis dari tingkat komponen reaktor hingga dukungan teknis jangka panjang. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *