Jepang kembangkan sistem peluncur rudal vertikal untuk kapal selam baru

Kapal selam SS-508 Sekiryu JepangKHI
Kapal selam SS-508 Sekiryu Jepang.

AIRSPACE REVIEW – Jepang secara resmi memulai pengembangan sistem peluncuran vertikal (VLS) untuk kapal selam diesel-elektrik generasi masa depan.

Upaya ini menandai babak baru dalam modernisasi militer Jepang, di mana armada bawah airnya akan dibekali kemampuan meluncurkan rudal balistik dan rudal jelajah jarak jauh untuk memperkuat pertahanan serta daya pukul dari laut.

Berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Pertahanan Jepang, sistem VLS baru ini dirancang agar kompatibel dengan berbagai jenis proyektil modern.

Di antaranya adalah varian maritim dari Hyper Velocity Gliding Projectile (HVGP), rudal jelajah konvensional, serta rudal hipersonik.

Desain Kompak Berteknologi Tinggi

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh para insinyur militer Jepang adalah mengintegrasikan sistem peluncuran besar ke dalam kapal selam konvensional (non-nuklir) tanpa mengorbankan fitur siluman dari radar musuh, kelincahan manuver, maupun stabilitas kapal saat penembakan rudal terjadi.

Untuk mempercepat fase pengembangan dan menekan biaya, tim perancang memanfaatkan lingkungan simulasi virtual berakurasi tinggi (high-fidelity virtual simulation environment) guna mereplikasi kondisi operasional asli di bawah laut.

Merujuk pada desain grafis (rendering) resmi yang dirilis Kementerian Pertahanan Jepang, sistem ini akan mengadopsi struktur modular.

Setiap modul VLS terdiri dari 7 hingga 8 tabung peluncuran vertikal. Sementara setiap kapal selam masa depan diproyeksikan dapat membawa 2 hingga 3 modul VLS.

Dengan formasi tersebut, satu kapal selam akan memiliki kapasitas total 14 hingga 24 sel peluncuran rudal.

Pergeseran Doktrin

Langkah Jepang mempertegas rencana yang sempat dipamerkan oleh Kawasaki Heavy Industries (KHI) pada tahun 2023, saat mereka memperkenalkan konsep kapal selam generasi berikutnya.

Kapal selam tersebut dirancang dengan lambung yang lebih besar, sistem propulsi yang ditingkatkan, serta menjadi kapal selam Jepang pertama yang difokuskan untuk kemampuan menyerang target di darat (land-attack capabilities).

Selama ini, persenjataan rudal pada kapal selam Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF) tergolong terbatas, hanya mengandalkan rudal antikapal Harpoon buatan Amerika Serikat yang diluncurkan secara konvensional melalui tabung torpedo 533 mm.

Namun demikian, modernisasi besar-besaran tengah berjalan. Pada 15 Oktober 2025, KHI meluncurkan JS Sogei, kapal selam keenam dari kelas Taigei yang ditenagai baterai litium-ion.

Kapal selam di kelas ini ke depannya diproyeksikan untuk menerima rudal jelajah jarak jauh domestik terbaru, yaitu Type 12 SSM-ER, yang versi produksinya baru saja dimulai oleh KHI baik untuk platform kapal permukaan maupun kapal selam.

Melalui pengembangan sistem VLS mandiri ini, Jepang secara signifikan meningkatkan postur pencegahan (deterrence) di kawasan Pasifik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik regional. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *