20 jet tempur KF-21 Boramae akan diboyong Filipina mulai 2029 bila negosiasi tercapai
KAIAIRSPACE REVIEW – Pemerintah Filipina sedang melakukan negosiasi dengan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk pembelian 20 jet tempur multiperan KF-21 Boramae menggunakan pembiayaan konsesi dari Korea Selatan.
Rencana akuisisi ini merupakan bagian dari fase ketiga program modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina (Horizon 3), yang mencanangkan pembelian total hingga 40 pesawat tempur multiperan.
Media Korea Selatan, Reportera melaporkan, negosiasi sedang berlangsung dengan Filipina untuk pembelian 12-20 pesawat, dengan pengiriman dijadwalkan mulai tahun 2027-2029.
Disebutkan bahwa Departemen Pertahanan Nasional Filipina telah melakukan pembicaraan dengan KAI mengenai akuisisi KF-21 sejak Oktober 2025, menyusul pengenalan pesawat tersebut di pameran kedirgantaraan ADEX 2025 di Seoul.
200 Unit Masuk Daftar Ekspor
Sebuah sumber industri menggambarkan kemajuan negosiasi sebagai positif. Dia mencontohkan keberhasilan penyelesaian kontrak pengadaan 12 pesawat serang ringan FA-50 tambahan sebelumnya untuk Angkatan Udara Filipina (PAF) senilai sekitar 700 juta USD, yang ditandatangani pada Juni 2025.
Mekanisme hukum utama untuk membiayai kesepakatan ini adalah ketentuan dalam Undang-Undang Anggaran Nasional Filipina untuk Tahun Anggaran 2026.
Undang-undang tersebut secara langsung memberi wewenang kepada pemerintah untuk memperoleh pinjaman luar negeri guna pembelian peralatan militer.
Pada Mei 2026, Presiden KAI Kim Jong-chul mengumumkan jumlah KF-21 yang sedang dalam negosiasi ekspor telah melebihi 200 unit, dengan Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Polandia, sebagai dereta pembeli prioritas.
Modifikasi KF-21 Blok 1
Proposal KAI kepada Filipina sedang dipertimbangkan untuk modifikasi KF-21 Blok 1, yang terutama berfokus pada misi superioritas udara.
Peningkatan bertahap ke konfigurasi Blok 2, yang memperluas kemampuan serangan darat, sedang dipertimbangkan.
Pengiriman Blok 2 ke Angkatan Udara Korea Selatan dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027-2031.
Perkiraan biaya produksi awal KF-21 berkisar antara 80-90 juta USD per unit, dengan biaya akhir paket 12-20 pesawat, termasuk dukungan logistik, suku cadang, dan pelatihan pilot awal, diperkirakan sebesar 1-1,5 miliar USD.
Negosiasi tersebut juga mencakup kemungkinan pendirian pusat pemeliharaan, perbaikan, dan operasi di Pangkalan Angkatan Udara Clark.
Keunggulan Kompetitif
PAF telah mengoperasikan 12 jet tempur FA-50PH buatan KAI (varian dari pesawat latih tempur T-50) sejak tahun 2014, dengan pengiriman 12 FA-50 Block 20 tambahan yang diharapkan mulai tahun 2026.
Infrastruktur logistik KAI yang telah terbukti dan personel teknis yang terlatih memberikannya keunggulan kompetitif dalam tender untuk jet tempur baru tersebut.
Para pesaing KF-21 dalam tender tersebut termasuk F-16C/D Viper (Lockheed Martin, AS) dan Gripen E/F (Saab, Swedia). (PN)
