Trump beri lampu hijau penjualan mesin GE F110 ke Turkiye untuk jet tempur KAAN

Mesin turbofan GE F110General Electric
Mesin turbofan GE F110.

AIRSPACE REVIEW – Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump dilaporkan akan melanjutkan penjualan mesin turbofan canggih F110 buatan General Electric ke Turkiye, yang menandai babak baru dalam hubungan pertahanan AS-Turkiye.

Keputusan tersebut dapat mempercepat pengembangan jet tempur siluman generasi kelima buatan dalam negeri Turkiye, TUSAS KAAN.

Kesepakatan yang dilaporkan bernilai lebih dari 700 juta dolar AS ini akan menyediakan puluhan mesin F110 untuk program jet tempur KAAN.

Persetujuan ini muncul setelah bertahun-tahun ketidakpastian terkait izin ekspor mesin tersebut, yang sebagian besar disebabkan oleh ketegangan antara Washington dan Ankara menyusul pembelian sistem rudal pertahanan udara canggih S-400 buatan Rusia oleh Turkiye.

Persetujuan ini sangatlah penting bagi Ankara, karena menyingkirkan salah satu hambatan terbesar yang dihadapi program KAAN.

Turkiye sendiri terus berusaha keras mengembangkan mesin buatan dalam negeri seperti TF35000 dan mesin turbofan Guchan yang baru saja diperkenalkan pada SAHA EXPO Mei 2026 di Istanbul.

Namun demikian kedua mesin tersebut belum siap untuk penggunaan operasional. Oleh karena itu, F110 akan menjadi tulang punggung sistem propulsi pesawat ini selama tahap pengembangan dan produksi awalnya.

Mesin Terkuat di Muka Bumi

General Electric F110 sendiri merupakan salah satu mesin jet tempur paling bertenaga di muka bumi dan telah proven (teruji).

Mesin tersebut telah digunakan oleh jet tempur seperti pada keluarga F-16 Fighting Falcon dan F-15 Eagle.

Versi F110-GE-400 memiliki daya dorong 16.333 lbf (72,7 kN) menengah dan 26.950 lbf (119,9 kN) dengan afterburner penuh.

Sedangkan versi upgrade F110-GE-129 memiliki daya dorong menengah 17.155 lbf (76,3 kN) dan 29.500 lbf (131,2 kN) menggunakan afterburner.

Dengan pemasangan dua mesin F110 tersebut pada KAAN, maka akan menghasilkan total daya dorong 53-59 lbf dengan afterburner, yang memberikan keunggulan signifikan bagi pesawat dalam hal akselerasi, kapasitas muatan, dan kinerja keseluruhan. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *