Malaysia berencana menambah tiga unit drone ANKA-S dari Turkiye

Drone ANKA-S Malaysia buatan TurkiyeAstro AWANI
Drone ANKA-S Malaysia buatan Turkiye.

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Malaysia secara resmi mengumumkan rencana untuk menambah tiga unit drone Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) ANKA-S dari Turkiye.

Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) di wilayah maritim yang sarat sengketa, khususnya Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, dikutip NST, menyatakan tengah mempertimbangkan akuisisi tahap kedua drone ANKA-S.

Usulan pengadaan tambahan ini akan diajukan di bawah kerangka perencanaan pembangunan nasional yang sedang berjalan (Rencana Malaysia Ke-13).

Jika rencana ini disetujui, jumlah inventaris operasional milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) akan berlipat ganda dari tiga unit menjadi enam unit drone.

Keunggulan Strategis Tanpa “Patroli Buta”

Berbicara kepada media setelah meresmikan peluncuran sistem pesawat tanpa awak ANKA-S di Pangkalan Udara Labuan, Khaled menyatakan kehadiran teknologi ini memberikan keunggulan informasi yang krusial bagi Malaysia dalam menjaga kedaulatan nasional.

“Operasi pesawat ANKA-S mewakili lompatan strategis bagi pertahanan dan pengawasan maritim negara kita. Teknologi ini memberikan cakupan operasional yang belum pernah ada sebelumnya di salah satu kawasan maritim paling diperebutkan di dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa drone ANKA-S mampu mengidentifikasi dan melacak profil kapal secara akurat.

Kemampuan ini memungkinkan TUDM untuk merencanakan dan mengerahkan aset militer secara lebih efisien langsung ke lokasi jika terjadi penyusupan.

Langkah ini dinilai jauh lebih hemat biaya dibandingkan melakukan patroli luas secara acak atau “patroli buta” yang membuang-buang sumber daya daya, serta mengurangi ketergantungan pada jet tempur atau kapal patroli besar hanya untuk misi pengawasan.

Varian Tanpa Senjata

Seperti diketahui, Malaysia sebelumnya telah membeli tiga unit pesawat ANKA-S pada fase pertama dengan total biaya mencapai RM423,8 juta (sekitar Rp1,4 triliun).

Akuisisi tersebut termasuk stasiun kendali darat dan paket pelatihan personel selama dua tahun.

Armada pertama ANKA-S telah tiba dan berhasil melakukan penerbangan operasional perdana di Malaysia pada awal April lalu.

Meskipun model ANKA-S ini memiliki kemampuan teknis untuk mengangkut persenjataan, Khaled menegaskan bahwa Malaysia sengaja memilih varian tanpa senjata. Keputusan ini diambil sebagai sinyal diplomatik yang kuat kepada negara-negara tetangga.

“Kami memilih untuk tidak melengkapinya dengan senjata sebagai tanda bahwa postur pertahanan negara kita bersifat defensif. Kehadiran armada ini murni untuk melindungi kedaulatan kami, bukan untuk menyerang atau mengancam negara lain,” tegasnya.

Terbang Terus Menerus Lebih dari 24 Jam

Drone ANKA-S yang ditempatkan di Pangkalan Udara Labuan memiliki spesifikasi yang sangat diandalkan untuk patroli maritim jangka panjang.

Drone ini mampu mengudara terus-menerus selama lebih dari 24 hingga 30 jam tanpa henti. Ketinggian operasinya hingga 30.000 kaki (sekitar 9.100 meter), membuat drone ini bisa terbang di atas gangguan cuaca buruk tropis.

Perangkat yang melengkapi drone ANKA-S Malaysia adalah Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pencitraan resolusi tinggi di segala cuaca, kamera elektro-optik/infra-merah (EO/IR), dan antena SATCOM frekuensi tinggi untuk operasi jarak jauh melampaui batas pandang (beyond line-of-sight/BLOS).

Secara terpisah, Panglima Tentara Udara Malaysia, Jenderal Tan Sri Muhamad Norazlan Aris, menambahkan bahwa dalam rencana jangka panjang TUDM (CAP55), target akhir dari program ini adalah mengoperasikan total sembilan unit drone demi memastikan pengawasan wilayah udara dan laut Malaysia tetap terjaga secara mandiri dan berkesinambungan.

Sementara itu, selain Malaysia, Indonesia juga tercatat sebagai pengguna drone ANKA-S dari Turkiye di kawasan. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *