Pabrik Seaglider kelar dibangun, siap produksi ‘Perahu Terbang’ listrik pertama di dunia

REGENT SeagliderREGENT Craft
REGENT Seaglider.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan rintisan teknologi asal AS, REGENT Craft, menyelesaikan pembangunan pabrik untuk memproduksi Seaglider, wahana transportasi masa depan rancangan mereka.

Pabrik modern yang berlokasi di North Kingstown, Rhode Island ini berdiri di atas lahan yang sangat luas, mencapai 23.690 meter persegi.

Fasilitas ini nantinya akan menjadi pusat produksi massal untuk Seaglider, sebagai wahana Wing-in-Ground (WiG) atau “perahu terbang” bertenaga listrik penuh pertama di dunia, baik untuk versi berawak maupun tanpa awak.

Langkah bisnis REGENT Craft terbilang sangat menjanjikan di pasar global. Hingga saat ini, mereka telah mengantongi buku pesanan komersial dengan nilai fantastis yang menembus 10 miliar USD (sekitar Rp160 triliun) dari berbagai pelanggan di enam benua.

Tidak hanya membidik pasar sipil, perusahaan ini juga sukses mengamankan kontrak senilai 15 juta USD dengan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) untuk mendukung berbagai kebutuhan pertahanan.

Terbang Rendah Secara Efisien

Bagi orang awam, Seaglider mungkin terlihat unik karena memadukan konsep kapal cepat dan pesawat terbang. Wahana ini beroperasi berdasarkan prinsip WiG effect, di mana saat bergerak di atas permukaan air, sayap wahana akan memanfaatkan bantalan udara terkompresi yang tercipta antara badan sayap dengan permukaan air.

Fenomena fisika ini menghasilkan daya angkat yang jauh lebih besar namun dengan hambatan udara yang sangat minim.

Hasilnya, Seaglider bisa “terbang rendah” dengan sangat efisien, cepat, dan jauh lebih hemat energi dibandingkan pesawat konvensional.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam, REGENT Craft saat ini sedang fokus mengembangkan dua varian utama.

Varian pertama adalah Viceroy Seaglider yang merupakan versi komersial berkapasitas 12 penumpang dan diawaki oleh dua orang kru.

Viceroy dirancang khusus untuk melayani rute pesisir jarak pendek hingga menengah, menawarkan kombinasi kecepatan tinggi layaknya pesawat terbang namun dengan kenyamanan dan biaya operasional yang efisien seperti kapal laut.

Sementara varian kedua dinamai Squire yang merupakan versi tanpa awak atau drone raksasa untuk keperluan pengiriman kargo, misi pengintaian, serta aplikasi militer lainnya.

Jangkauan Operasi Hingga 300 Km

Sebagai kendaraan masa depan yang ramah lingkungan, Seaglider sepenuhnya mengandalkan teknologi hijau tanpa emisi.

Wahana ini memiliki dimensi fisik yang cukup besar dengan panjang badan mencapai 17,5 m dan bentang sayap hingga 20 m.

Dengan ukuran tersebut, perahu terbang ini mampu mengangkut beban muatan serba guna hingga 1.600 kg dan memiliki berat lepas landas maksimum atau Maximum Take-Off Weight (MTOW) sebesar 6.900 kg.

Sektor penggeraknya mengandalkan teknologi baterai litium-ion modern yang menyuplai daya ke 12 unit motor listrik.

Penggunaan banyak motor listrik ini membuat Seaglider memiliki suara yang sangat senyap saat beroperasi.

Wahana ini mampu melesat hingga kecepatan maksimum 300 km/jam dengan jangkauan operasi mencapai 160 mil laut atau setara dengan 300 km.

Hebatnya lagi, Seaglider juga dirancang tangguh menghadapi cuaca buruk karena tetap mampu lepas landas dan mendarat dengan aman di tengah gelombang laut dengan ketinggian hingga 1,5 m. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *