ZALA perkenalkan KAMA USV untuk pertama kalinya di pameran maritim Fleet-2026

KAMA USV buatan ZALA dari RusiaZALA
KAMA USV buatan ZALA dari Rusia.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan teknologi pertahanan asal Rusia, ZALA, secara resmi memperkanlkan KAMA, inovasi terbarunya berupa kapal tanpa awak (uncrewed surface vehicle/USV) atau kapal cepat tanpa awak (uncrewed boat) di Pameran Maritim Internasional Fleet-2026 di St. Petersburg.

Perkenalan ini juga sekaligus pertama kalinya ZALA memamerkan lini kendaraan maritim tanpa awak ke publik.

Di pameran tersebut, ZALA memperkenalkan dua model KAMA. Kapal-kapal nirawak ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi, baik untuk kebutuhan sipil maupun tugas-tugas khusus.

Patroli dan Perlindungan Kawasan Perairan

KAMA USV memiliki kemampuan untuk melakukan misi hidrografi serta pengawasan ekologi, termasuk mendeteksi pembuangan limbah ilegal dan polusi air.

Selain itu, USV ini diproyeksikan menjadi instrumen kunci dalam misi patroli, perlindungan kawasan perairan, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga pengiriman kargo.

Seperti diketahui, dengan menggunakan kendaraan tanpa awak, misi yang dilaksanakan jauh lebih aman karena terhindar dari risiko kecelakaan manusia, serta durasi misi yang panjang.

Menjangkau Jarak Hingga 700 Km

Mengacu pada spesifikasi teknis yang dirilis perusahaan, KAMA mampu beroperasi terus-menerus hingga 12 jam.

Kecepatan lajunya di permukaan air mencapai 12 knot (22,2 km/jam). KAMA dapat mempertahankan posisi dengan stabil di perairan dengan tingkat gelombang hingga skala 3 Sea State.

KAMA dapat menjangkau jarak hingga jarak 700 km dan membawa beban muatan (payload) seberat 600 kg.

USV ini dilengkapi dengan kamera pencitraan termal (thermal imaging) serta sistem kembali otomatis (automatic return) jika terjadi kehilangan kontak atau sinyal komunikasi terputus.

Keunggulan Kapasitas Muatan

Pihak ZALA menyatakan, pengembangan ke arah kendaraan maritim tanpa awak ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

Jika dibandingkan dengan pesawat tanpa awak (UAV/drone udara), USV dinilai memiliki keunggulan tersendiri dalam hal durasi operasional (otonomi), jarak tempuh, serta kapasitas angkut beban.

Keunggulan kapasitas muatan dinilai sangat krusial, khususnya untuk mendukung efektivitas operasi penyelamatan maupun riset ilmiah di perairan.

Kehadiran KAMA menegaskan langkah konsisten ZALA dalam memperluas ekosistem solusi nirawaknya di berbagai elemen. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *