Masuki babak baru, Airbus Helicopters uji persenjataan berat pada heli H160M
Airbus Helicopters AIRSPACE REVIEW – Airbus Helicopters bersiap memasuki babak krusial untuk melaksanakan uji H160M Guépard dalam melaksanakan penembakan menggunakan persenjataan berat.
Pada fase pengujian ini, helikopter H160M akan dipersenjatai dengan senapan mesin aksial (axial machine gun) kaliber 12,7 mm.
Vincent Chenot, Kepala Program H160M di Airbus Helicopters, menegaskan tahapan ini merupakan tonggak sejarah besar bagi pengembangan helikopter militer.
“Ini adalah peristiwa besar bagi sebuah helikopter militer yang memiliki tingkat integrasi sangat tinggi antara persenjataan, sensor, avionik, sistem misi, hingga sistem kendali otomatis (autopilot),” ujar Chenot.
Ditambahkan bahwa integrasi mendalam ini memungkinkan perusahaan mengembangkan mode penembakan inovatif guna memaksimalkan performa saat melakukan umpan tembakan (firing passes), baik untuk senapan mesin aksial maupun untuk persenjataan masa depan lainnya.
Pelacakan Target Secara Otomatis
Salah satu keunggulan utama dari integrasi sistem pada H160M adalah kemampuan pelacakan target secara otomatis (automatic target tracking).
Dalam skenario pertempuran, sistem autopilot akan mengambil alih kendali trajektori heli pada sumbu yaw (geleng) dan pitch (angguk) demi menjamin akurasi tembakan yang maksimal.
Untuk mendukung awak pesawat, H160M dibekali dengan helm pintar TopOwl yang identik dengan yang digunakan pada helikopter serang Eurocopter Tiger.
Tidak hanya itu, helikopter ini juga mengadopsi paket peperangan elektronik (EW) yang setara dengan helikopter tempur murni tersebut.
Kemudahan manajemen misi diperkuat oleh penyematan avionik baru FlytX yang dilengkapi layar sentuh format besar.
Ditambah dengan sistem asisten misi pintar (mission assistant) yang dikembangkan bersama Airbus Defence and Space, H160M dapat dioperasikan secara optimal untuk misi kompleks hanya dengan dua kru saja.
Bagi angkatan laut, hal ini memungkinkan pilot mengoperasikan radar taktis generasi terbaru dengan berbagai mode canggih tanpa memerlukan kehadiran anggota kru ketiga.
Integrasi dengan Drone dan Senjata Baru
Airbus mengatakan, desain struktur H160M, terutama pada bagian gantungan persenjataan (weapon pylons), dirancang dengan memperhitungkan potensi peningkatan kapasitas di masa depan.
Helikopter ini disiapkan untuk dapat berkolaborasi secara langsung dengan drone (manned-unmanned teaming) serta mengintegrasikan jenis rudal baru maupun amunisi jarak jauh berpemandu (remotely operated munitions/loitering munitions).
Saat ini, Direktorat Jenderal Persenjataan Prancis (DGA) telah memberikan lampu hijau untuk memulai studi integrasi rudal Akeron LP buatan MBDA.
Rudal multiperan udara ke darat jarak jauh yang ringan ini dinilai sangat serbaguna untuk menghancurkan target tank, kapal permukaan, hingga menetralisir drone musuh.
Untuk mendukung radius aksi yang jauh, H160M juga dapat dipasangi dua tangki bahan bakar tambahan internal berkapasitas masing-masing 250 liter.
Perlindungan Kapal Hingga Kontra Terorisme
Airbus menargetkan seluruh rangkaian pengembangan dan kualifikasi penuh H160M akan rampung pada tahun 2030.
Kendati demikian, Airbus memahami bahwa tidak semua operator membutuhkan tingkat persenjataan kelas berat pada spektrum tertinggi.
Berbekal platform H160 yang sudah matang dan digunakan oleh Angkatan Laut Prancis sejak 2022 serta Gendarmerie Nasional Prancis yang menerima unit pertamanya pada 2025, Airbus kini sudah bisa menawarkan versi H160 yang siap menjalankan berbagai misi pemerintahan dan paramiliter.
Versi ini umumnya telah dilengkapi dengan kubah elektro-optik Safran EOS410, lampu sorot kuat (searchlight), hoist (katrol), tali pendaratan cepat (fast ropes), serta proteksi lapis baja opsional.
Ke depannya, spektrum misi yang diusung platform H160/H160M akan mencakup perlindungan kapal perang dan wilayah pesisir, pengamatan, penanggulangan terorisme (kontra-terorisme), pengintaian, hingga dukungan tembakan udara untuk pasukan darat.
“H160 telah menghadirkan rangkaian kemampuan yang sangat luas hari ini. Kemampuan tersebut akan terus didorong ke tingkat tertinggi dalam spektrum operasional militer seiring majunya program H160M dalam beberapa tahun ke depan,” pungkas Chenot. (RNS)
