Bermitra dengan ERC System, Rheinmetall produksi Victor U250: Drone kargo serbaguna berkapasitas 250 kg

Rheinmetall dan ERC System produksi drone kargo Victor U250ERC System
Rheinmetall dan ERC System produksi drone kargo Victor U250.

AIRSPACE REVIEW – Dalam pameran kedirgantaraan ILA 2026 di Berlin, Jerman, perusahaan pertahanan raksasa Rheinmetall menandatangani perjanjian kemitraan dengan pengembang drone ERC System dan negara bagian North Rhine-Westphalia untuk memproduksi drone kargo angkut berat serbaguna.

Dinamai Victor U250, drone ini dirancang untuk membawa muatan hingga 250 kg dan sanggup terbang sejauh 300 km. Drone dapat digunakan untuk pengangkutn logistik militer, penanggulangan bencana, dan misi pasokan lepas pantai.

Memiliki kemampuan VTOL (tinggal landas dan mendarat vertikal), Victor U250 dapat beroperasi dari manapun tanpa memerlukan landasan atau fasilitas khusus.

Ditenagai Propulsi Hibrida-Elektrik

Drone menggunakan sistem propulsi hibrida-elektrik dan dibekali delapan rotor pengangkat pada boom untuk penerbangan vertikal. Sementara satu baling-baling pendorong (pusher) di ekor berfungsi untuk penerbangan maju.

Mesin pembakarannya yang berdaya 150kW, memberikan daya dorong selama penerbangan maju dan mengisi daya baterai.

Mengadopsi sistem muatan modular, memungkinkan konfigurasi kargo untuk ditukar dengan muatan spesifik misi yang berbeda tanpa modifikasi struktural pada pesawat.

Khusus untuk logistik militer, drone dapat mengirimkan pasokan penting ke unit garis depan tanpa mengekspos kendaraan konvoi atau helikopter berawak ke lingkungan pertempuran yang membahayakan nyawa prajurit.

Mengenai ERC System yang merancang dan membangun prototipe Victor U250, adalah perusahaan teknologi Jerman yang berkantor pusat di Ottobrunn dekat Munich dan merupakan anak perusahaan Industrieanlagen-Betriebsgesellschaft.

Sementara, Rheinmetall berkontribusi sebagai organisasi penerbangan bersertifikasi dan posisinya yang mapan di pasar sistem pesawat tanpa awak dunia.

Rheinmetall juga menyediakan keahlian integrasi industri dan hubungan pelanggan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi pengembang teknologi yang lebih kecil untuk membangunnya secara independen.

Fasilitas produksi akan dibangun di negara bagian North Rhine-Westphalia, dan akan menciptakan ratusan lapangan pekerjaan pada tahun 2029.

Kolaborasi kedua perusahaan akan menyatukan pengembangan, peluncuran pasar, dan implementasi industri di Jerman. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *