AIRSPACE REVIEW – Pesawat kargo nirawak HH-200 buatan China, yang dikembangkan oleh Xian Aircraft Industry (anak perusahaan AVIC), sukses melakukan penerbangan perdananya pada 15 April 2026 di Pucheng, Provinsi Shaanxi.
Mengudara selama 22 menit, HH-200 menunjukkan kinerja penerbangan yang stabil, sambil melakukan pertukaran data secara waktu nyata.
Drone kargo jumbo ini dirancang untuk operasi berulang dan frekuensi tinggi, bukan untuk misi terbatas.
HH-200 memiliki masa pakai hingga 50.000 jam terbang, sesuai untuk penggunaan komersial berkelanjutan dalam jangka waktu lama.
Sasarannya adalah untuk maskapai penerbangan kargo sipil, meskipun terbuka peluang untuk diadopsi militer.
Konfigurasi badan pesawat menggabungkan tata letak sayap tinggi dengan mesin ganda. Struktur ekor dengan dua boom, dan tersedia pintu rampa di belakang untuk akses bongkar muat kargo.
Badan pesawat memiliki penampang persegi dan tata letak internal lurus, memungkinkan pemuatan kargo langsung tanpa konfigurasi ulang atau kendala penanganan internal.
HH-200 dapat membawa muatan kargo hingga 1,5 ton. Ruang kargonya menyediakan volume sebesar 12 meter kubik dalam konfigurasi standar, dan dapat diperluas hingga 18 meter kubik dalam pengaturan khusus.
Pemuatan dan pembongkaran kargo membutuhkan dua personel dengan waktu sekitar lima menit saja, memungkinkan tingkat sorti yang tinggi dalam operasi yang sensitif terhadap waktu.
Untuk spesifikasinya dan performanya, drone memiliki panjang 12,2 m, bentang sayap 16,8 m, dan tinggi 3,7 m. Jangkauan operasional sekitar 2.360 km dan terbang dengan kecepatan jelajah 310 km/jam.
Arsitektur kontrol penerbangan pada HH-200 memungkinkan otonomi penuh di semua fase, mulai dari lepas landas, terbang jelajah, hingga pendaratan.
Pesawat juga menggabungkan sistem penghindaran rintangan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memproses data lingkungan secara waktu nyata untuk menyesuaikan jalur penerbangan sesuai kebutuhan.
Drone mampu beroperasi di ketinggian di atas 4.200 m, dengan suhu mulai−40°C hingga +50°C, memungkinkan pengerahan di iklim dingin dan suhu tinggi.
Kelebihan lainnya dari HH-200 adalah sanggup beroperasi dari landasan pacu sekitar 500 m saja, yang memungkinkan pengerahan pesawat dari lapangan terbang sekunder atau perintis. (RBS)

