AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Jepang telah memberikan kontrak pembangunan tiga fregat multimisi kelas 03FFM Mogami Upgraded (New FFM) kepada Mitsubishi Heavy Industries (MHI).
Kontrak senilai 128,6 miliar yen (hampir 900 juta USD) tersebut ditandatangani pada 16 Februari 2026, mengikuti kontrak sebelumnya pada tahun fiskal 2025 untuk dua kapal pertama (03FFM Mogami).
Program Mogami awalnya akan membangun 22 kapal baru, namun jumlah tersebut dikurangi hingga 12 unit saja yang akan diproduksi. Semetnara 10 sisanya adalah versi Upgraded Mogami.
Dalam proyek baru ini, MHI tetap ditunjuk sebagai kontraktor utama. Sementara Japan Marine United sebagai subkontraktor sesuai kesepakatan pada Agustus 2023.
Kelas Mogami standar (03FFM), memiliki bobot sekitar 3.900 ton dan panjang 133 m. Kapal dioptimalkan untuk peperangan antikapal selam, penanggulangan ranjau laut, dan misi patroli intensitas rendah, dengan sistem peluncuran vertikal (VLS) terbatas sebanyak 16 sel.
Sedangkan New FFM memiliki bobot yang ditingkatkan menjadi 4.800 ton dan badan kapal yang diperpanjang menjadi sekitar 142 m (bertambah 9 m). Upgrade ini meningkatkan 25 persen volume lambung.
Ruang tambahan tersebut digunakan untuk menampung baterai rudal yang lebih besar, susunan sensor yang diperluas, dan peningkatan kapasitas pembangkit listrik di atas kapal.
Konfigurasi propulsi pada New FFM menggunakan pengaturan turbin gas dan diesel gabungan (satu turbin gas dan dua mesin diesel), memungkinkan kecepatan maksimum melebihi 30 knot.
Sementara, jumlah awak tetap dipertahankan 90 personel, konsisten dengan kelas Mogami, melalui otomatisasi ekstensif dalam sistem teknik, tempur, dan navigasi.
Konfigurasi persenjataan utama pada New FFM mencakup sistem peluncuran vertikal (VLS) Mark 41 dengan 32 sel yang dipasang di bagian depan yang dan dirancang untuk membawa rudal permukaan ke udara Type 23 dan roket antikapal selam 07VLA.
Kapal juga dilengkapi dengan rudal antikapal Type 12 yang telah ditingkatkan dan mampu melakukan serangan jarak jauh, lalu meriam laut Mark 45 127 mm, sistem pertahanan jarak dekat RIM-116 SeaRAM, dan dua tabung torpedo 324 mm.
Sedangkan rangkaian sensor kapal berpusat pada radar multifungsi yang berasal dari OPY-2 dan sistem sonar gabungan yang mengintegrasikan fungsi antikapal selam dan deteksi ranjau.
Di bagian belakang kapal, tersedia dek penerbangan yang dapat menampung satu helikopter Sikorsky SH-60 atau beberapa sistem pesawat tanpa awak untuk misi pengintaian dan pengawasan. (RBS)

