Pensiunkan M109, Swiss akuisisi 32 DONAR 155 SPH berpenggerak 10×10: Pengguna pertama di dunia

Swiss memesan DONAR SPH 155 mm dari KNDSGDELS-Mowag
Swiss memesan DONAR SPH 155 mm dari KNDS.

AIRSPACE REVIEW – Badan Pengadaan Swiss, Armasuisse, pada 10 Juni 2026, telah menandatangani kontrak akuisisi artileri terbesarnya dalam beberapa dekade, dengan memesan 32 SPH (Self-Propelled Howitzer) dari kelompok pertahanan Eropa, KNDS.

Sistem artileri medan bergerak ini menyandingkan artileri AGM 155 yang dipasang pada kendaraan Piranha IV model berpenggerak 10×10 yang disebut DONAR.

Perusahaan GDELS-Mowag (Swiss) sebagai subkontraktor akan menyediakan kendaraan pengangkut Piranha IV tersebut. Pengiriman ke Angkatan Bersenjata Swiss dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2031.

Selain unit SPH, kontrak ini juga mencakup kontainer pengisian amunisi yang baru dikembangkan, peralatan pelatihan, dan dukungan logistik yang komprehensif.

Mampu Menembakkan Berbagai Proyektil

Sebagai inti dari DONAR 155 SPH ini adalah AGM (Artillery Gun Module), yang merupakan modul SPH, yang dikendalikan dari jarak jauh dengan sistem pemuatan otomatis penuh.

Howitzernya dirancang untuk menembakkan berbagai amunisi artileri standar NATO kaliber 155 mm, termasuk proyektil standar, peluru berbantuan roket, dan peluru berpemandu presisi. Jangkauan tembaknya kisaran 40 hingga 70 km, tergantung jenis munisi.

Arsitektur AGM mendukung penembakan dan pengisian ulang dalam posisi elevasi dan azimut apa pun, termasuk saat bergerak.

Konsep tembak sambil-bergerak menghilangkan waktu berhenti, yang menjadi pengaturan SPH konvensional sebelum dapat menyerang target.

Di medan perang modern, radar antiartileri lawan dapat mendeteksi posisi artileri dalam hitungan detik setelah tembakan pertama dan mengarahkan serangan balik presisi ke sana dalam hitungan menit.

Dengan kemampuan tembak dan pindah (shoot and scoot), tanpa penundaan pengaturan apa pun, merupakan kelebihan DONAR 155.

Hanya Diawaki Dua Orang

Sistem ini juga memiliki kemampuan MRSI (Multiple Rounds Simultaneous Impact), yang memungkinkan satu howitzer untuk menembakkan beberapa peluru dengan lintasan dan muatan yang berbeda, dan mencapai target secara hampir bersamaan.

DONAR 155 juga dapat menyerang sasaran tidak langsung melalui kontrol tembakan standar dan sasaran langsung dalam garis pandang, termasuk sasaran darat dan laut yang bergerak.

Dengan menggunakan sistem otomatis penuh untuk pemuatan munisi, sistem DONAR 155 hanya memerlukan dua awak saja, yakni pengemudi dan komandan yang merangkap sebagai operator senjata.

Namun demikian, kendaraan juga menyediakan ruang untuk awak ketiga opsional, memberikan fleksibilitas kepada calon operator tergantung pada kebutuhan misi.

Menggantikan SPH Beroda Rantai M109

DONAR 155 akan menggantikan sistem SPH beroda rantai M109 Angkatan Darat Swiss saat ini, yang telah beroperasi sejak 1968 dan diupgrade pada 1995.

Militer Swiss menjadi pengguna pertama di dunia dari sistem AGM yang dipasang pada DONAR 10×10.

Sebelumnya, KNDS telah sukses dengan AGM yang dipasangkan pada platform Boxer 8×8 dikenal sebagai RCH 155. Sistem ini diadopsi oleh militer Jerman, Inggris, Qatar, dan Ukraina. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *