Spanyol borong AV-8B Harrier II yang dipensiunkan USMC: Diambil suku cadangnya
USMC AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Spanyol (Armada Española) mengonfirmasi pembelian lima jet tempur AV-8B Harrier II yang telah dipensiunkan oleh Korps Marinir Amerika Serikat (USMC).
Pesawat-pesawat tersebut akan digunakan sebagai sumber suku cadang dan komponen penting guna menjaga armada jet Harrier Spanyol tetap beroperasi setidaknya hingga tahun 2032.
Meskipun jet tempur tersebut akan dikirim dalam kondisi dibongkar karena alasan logistik, Spanyol tidak menganggapnya sekadar sebagai rongsokan aviasi.
Kerangka pesawat (fuselage) yang utuh tersebut akan dimanfaatkan untuk diambil strukturnya, sistem elektronik, perangkat mekanis, serta komponen kritikal lainnya yang ketersediaannya di pasar global terus menurun drastis sejak produksi jet Harrier dihentikan.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar Angkatan Laut Spanyol untuk memastikan keberlanjutan penerbangan militer sayap tetap (fixed-wing) berbasis kapal induk, sambi8l merumuskan solusi jangka panjang untuk mengganti jet legendaris tersebut.
Krisis Jet Tempur Berbasis Kapal Induk
Keputusan membeli suku cadang dari AS ini diambil pada momen yang krusial bagi kekuatan laut Spanyol.
Saat ini, jet tempur AV-8B Harrier II yang bernaung di bawah Skadron ke-9 merupakan satu-satunya jet tempur yang mampu beroperasi dari kapal serbu amfibi serbaguna Juan Carlos I —platform utama proyeksi kekuatan militer Spanyol.
Kapal ini sangat bergantung pada kehadiran jet Harrier untuk menjalankan misi amfibi, operasi ekspedisioner, dan respons cepat dalam pertempuran udara.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Spanyol sebenarnya telah mengevaluasi peluang untuk membeli F-35B Lightning II buatan Lockheed Martin.
F-35B saat ini adalah satu-satunya jet tempur generasi kelima di dunia saat ini yang memiliki kemampuan lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal (STOVL) yang kompatibel dengan kapal Juan Carlos I.
Namun, pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sánchez memilih untuk memprioritaskan anggaran pertahanannya pada program-program Eropa.
Madrid lebih memilih penambahan pesanan jet Eurofighter Typhoon serta investasi dalam program Future Combat Air System (FCAS) —proyek jet tempur generasi keenam yang dikembangkan bersama oleh Prancis, Jerman, dan Spanyol.
Keputusan politik tersebut menyisakan tantangan operasional yang besar bagi Armada Española.
Tanpa adanya jet pengganti dalam jangka pendek, memperpanjang usia pakai armada Harrier yang ada menjadi jalan tunggal.
Selain mengandalkan komponen dari AS, Spanyol juga berencana terus berburu suku cadang dari Italia, negara lain yang juga sempat mengoperasikan model ini.
Menjadi Operator Terakhir Harrier
Dalam upaya memperpanjang usia operasional ini, Angkatan Laut Spanyol didukung oleh raksasa dirgantara Airbus, dalam program perawatan, revisi struktural, dan modernisasi jet Harrier Spanyol.
Airbus telah mendapat lampu hijau untuk menggunakan komponen tersertifikasi dari pesawat yang sudah pensiun guna menjaga kesiapan tempur armada di tengah menyusutnya rantai logistik global untuk jenis pesawat tersebut.
Bagi petinggi militer Spanyol, mempertahankan Harrier bukan sekadar urusan teknis, melainkan masalah strategis.
Jika kemampuan penerbangan berbasis kapal induk ini hilang, maka fleksibilitas operasi Spanyol dalam misi-misi ekspedisioner, operasi NATO, serta pengamanan krisis di kawasan Mediterania dan Atlantik akan terpangkas signifikan.
Kondisi Spanyol kini terbilang unik mengingat tren pensiun massal Harrier di panggung global.
Korps Marinir AS baru saja resmi mempensiunkan seluruh armada AV-8B mereka setelah puluhan tahun mengabdi di berbagai konflik Timur Tengah.
Sementara itu, Angkatan Laut Italia tengah mempercepat transisi ke jet tempur F-35B untuk ditempatkan di kapal induk Cavour.
Jika jadwal operasional saat ini terus berjalan, Spanyol diprediksi akan menjadi satu-satunya operator militer jet Harrier terakhir di dunia antara tahun 2028 dan 2029.
Hal ini akan menjadi babak penutup bagi salah satu pesawat paling ikonik dalam sejarah penerbangan angkatan laut yang terkenal dengan kemampuan pendaratan vertikalnya sejak era Perang Dingin. (RNS)
