Gedor industri militer, Kim Jong-un perintahkan produksi rudal Korut hingga 2,5 kali lipat

Kim Jong-un perintahkan produksi rudal meningkat dua setengah kali lipatVia X

AIRSPACE REVIEW – Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengeluarkan perintah tegas kepada industri pertahanan negaranya untuk meningkatkan kapasitas produksi rudal balistik dan jelajah hingga 2,5 kali lipat.

Target ambisius ini direncanakan harus tercapai dalam kurun waktu lima tahun ke depan demi memenuhi pasokan unit militer elite di garis depan.

Langkah strategis tersebut diumumkan menyusul kunjungan kerja Kim ke salah satu kompleks industri pertahanan utama negara pada awal Juni 2026.

Di fasilitas tersebut, Kim Jong-un meninjau langsung jalur perakitan sistem senjata utama serta memantau hasil produksi militer untuk paruh pertama tahun ini.

Mengejar Target Pertumbuhan yang Stabil

Surat kabar resmi pemerintah, Rodong Sinmun, melaporkan, Kim menerima rancangan rencana jangka panjang yang disusun oleh badan otoritas kedirgantaraan dan rudal Korea Utara.

Rencana ini mencakup ekspansi masif pada manufaktur berbagai jenis rudal jelajah dan balistik.

Setelah meninjau dokumen tersebut, Kim langsung memberikan instruksi kepada jajaran pejabatnya untuk segera mengesahkan dan mengambil langkah taktis guna merealisasikan target pertumbuhan produksi tahunan yang stabil.

Kim Jong-un menegaskan bahwa peningkatan kemampuan produksi hingga 250% ini bersifat fundamental untuk merespons perubahan struktur operasional serta organisasi tempur angkatan bersenjata Korut yang kian berkembang.

Stok Persenjataan Menipis

Meskipun laju pasti dari kapasitas produksi rudal Pyongyang saat ini sulit diverifikasi secara presisi, pengamat militer menilai ambisi ini juga dipicu oleh menipisnya stok persenjataan domestik mereka.

Fenomena ini terjadi setelah Korea Utara secara aktif mentransfer pasokan rudal balistik, seperti seri KN-23 (Hwasong-11), untuk mendukung logistik militer Rusia.

Di samping mendongkrak kuantitas, Korea Utara belakangan juga gencar mengembangkan varian modern untuk berbagai platform peluncuran.

Rudal Jelajah Generasi Baru Hwasal-2 dan Pulhwasal-3-31

Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah rudal jelajah generasi baru Hwasal-2, yang kini dianggap sebagai tulang punggung kekuatan pemukul taktis mereka.

Berbasis dari model tersebut, Korut juga mematangkan varian spesifik seperti Pulhwasal-3-31, rudal jelajah yang dirancang khusus untuk diluncurkan melalui platform laut, baik dari permukaan kapal maupun dari bawah air melalui kapal selam.

Instruksi akselerasi industri militer ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Kim Jong-un.

Pada awal tahun 2026, ia juga sempat memerintahkan peningkatan produksi hingga 2,5 kali lipat untuk sistem rudal anti-tank berpemandu Bulsae-4 —senjata yang juga terdeteksi telah digunakan di medan perang Ukraina.

Langkah ini mempertegas sikap politik Pyongyang yang berulang kali dinyatakan oleh adik perempuan Kim, Kim Yo Jong, bahwa status Korea Utara sebagai negara kekuatan nuklir bersifat final dan tidak akan pernah bisa dinegosiasikan ulang. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *