Hancurkan tank Abrams pertama di Ukraina, drone Piranha Rusia kini ditingkatkan lebih canggih
VPK AIRSPACE REVIEW – Drone serang Piranha, yang dikenal karena berhasil menghancurkan tank Abrams buatan Amerika Serikat untuk pertama kalinya di Ukraina, kini telah menerima serangkaian modifikasi besar.
Upgrade terbaru ini mencakup desain modular dan kemampuan menggunakan empat frekuensi kontrol sekaligus.
Perwakilan dari SKB Piranha (Biro Desain Simbirsk) mengatakan hal itu kepada kantor berita TASS di sela-sela Pameran Industri Helikopter Internasional HeliRussia 2026.
“Tank Abrams pertama dihancurkan oleh drone berukuran 10 inci yang beroperasi pada satu frekuensi video dan kontrol. Kami kemudian meningkatkan drone tersebut, memungkinkannya menggunakan empat frekuensi kontrol secara bersamaan,” ujar perwakilan perusahaan tersebut.
Ditambahkan bahwa drone tersebut akan secara otomatis memilih sinyal paling stabil tanpa campur tangan operator.
Desain Modular: Perbaikan Lebih Cepat
Selain peningkatan frekuensi, drone Piranha-10 kini mengadopsi sistem modular. Inovasi ini secara signifikan mempermudah proses perawatan dan penggantian suku cadang di medan perang.
“Sebelumnya, jika Anda perlu mengganti kamera atau komponen lainnya, Anda harus menyolder dan membongkar drone sepenuhnya. Sekarang jauh lebih mudah. Desain baru memungkinkan Anda melepas kamera, pemancar video, dan penerima kontrol, yang semuanya sudah dilengkapi dudukan khusus,” jelas SKB Piranha.
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa desain modular ini memungkinkan operator mengganti komponen yang rusak dengan jauh lebih cepat.
Terlebih lagi, seluruh komponen tersebut bersifat universal dan dapat digunakan di berbagai model drone Piranha lainnya.
SKB Piranha Telah Memproduksi 25.000 Drone Sejak 2022
Didirikan di Wilayah Ulyanovsk oleh para spesialis kendaraan udara tak berawak (UAV), SKB Piranha telah memproduksi lebih dari 35.000 drone sejak tahun 2022.
Khusus drone FPV (First-Person View) Piranha yang berukuran kecil mampu membawa muatan hingga 5 kg, tergantung modelnya.
Sasaran yang menjadi target drone ini antara lain kendaraan darat musuh, bunker (dugout), parit pertahanan, dan fasilitas logistik/pasokan.
Model-model terbaru dari drone Piranha kini dilaporkan telah dilengkapi dengan perangkat pelacak otomatis (homing devices) yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sebelumnya diberitakan drone Piranha-10 berhasil menghancurkan tank M1A1 Abrams milik AS yang disumbangkan ke Ukraina di dekat Avdeevka pada tanggal 26 Februari 2024. (RNS)
