Drone Rusia jatuhkan drone kamikaze Ukraina dalam konfrontasi udara yang direkam
Via X AIRSPACE REVIEW – Baru-baru ini beredar rekaman video yang memperlihatkan drone pertahanan udara Rusia melakukan intersepsi terhadap drone Ukraina dengan cara menabrakkan diri.
Video tersebut, yang diduga direkam di wilayah Rusia, menyoroti strategi kontra-drone Rusia untuk menetralisir ancaman udara jarak jauh Ukraina.
Rekaman tersebut menunjukkan jatuhnya dua drone Ukraina secara terpisah, yaitu satu drone diidentifikasi sebagai drone FP-1 dan yang lainnya adalah drone E-300 SkyRanger ringan yang dimodifikasi menjadi drone kamikaze.
Kedua drone Ukraina memiliki jangkauannya yang jauh dan kemampuan terbang di ketinggian rendah, sehingga sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Sumber-sumber Rusia mengklaim, drone pencegat baru Rusia merupakan bagian dari kelas baru drone pertahanan udara yang mampu mendeteksi dan menyerang target secara otonom menggunakan data dari radar bergerak.
Kemajuan ini berkat peningkatan terbaru dalam akuisisi radar bergerak, yang telah meningkatkan kemampuan deteksi dini.
Lebih lanjut, pasukan Rusia dilaporkan telah mengintegrasikan radar asal China, dan mungkin Israel, ke dalam jaringan pemantauan wilayah udara domestik mereka, khususnya untuk mendeteksi dan melacak drone berpenampang radar rendah.
Ukraina telah menggunakan drone berbasis E-300 dalam operasi sebelumnya, termasuk serangan terhadap infrastruktur produksi drone Shahed di Alabuga dan fasilitas minyak Rusia.
Meskipun varian pasti dari pesawat pencegat tak berawak Rusia belum diungkapkan, sumber media mengklaim bahwa kemajuan terkini dalam akuisisi radar bergerak telah meningkatkan kemampuan deteksi dini Rusia.
Perkembangan ini merupakan bagian dari upaya Rusia yang lebih luas untuk melawan meningkatnya penggunaan drone jarak jauh oleh pasukan Ukraina, yang secara rutin menyerang kilang minyak, pusat logistik, jalur produksi drone, dan pangkalan udara.
Serangan-serangan ini telah menyebabkan gangguan yang jauh dari garis depan dan memaksa Moskow untuk mengerahkan kembali aset pertahanan udara di seluruh wilayahnya. (RNS)

