Hadapi potensi konflik dengan China, Marinir AS borong peluncur rudal antikapal nirawak ROGUE-Fires

ROGUE-FiresUSMC

AIRSPACE REVIEW – Komando Sistem Korps Marinir AS, yang berbasis di Quantico, Virginia, memberikan kontrak kepada perusahaan Oshkosh Defense untuk pengadaan kendaraan nirawak ROGUE Fires yang ditujukan untuk NMESIS (Navy-Marine Expeditionary Ship Interdiction System).

Pengadaan ini merupakan kontrak ROGUE-Fires tunggal terbesar hingga saat ini, dengan nilai mencapai 70,6 juta USD. Pekerjaan manufaktur akan berlangsung hingga September 2028.

NMESIS adalah sistem peluncur rudal antikapal tanpa awak berbasis darat yang dikembangkan untuk Korps Marinir AS (USMC) guna menargetkan kapal musuh di lingkungan pesisir.

Sistem ini dilengkapi dengan NSM (Naval Strke Missile), senjata presisi jarak jauh yang dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Kongsberg Defence and Aerospace, Norwegia.

Sedangkan ROGUE-Fires (Remotely Operated Ground Unit for Expeditionary Fires) merupakan sistem peluncur untuk NSM yang dibangun menggunakan platform Joint Light Tactical Vehicle (JLTV) yang dimodifikasi dan tidak berawak.

Sistem antikapal berbasis pesisir atau garis pantai ini menggunakan taktis “tembak dan lari”.

Kendaraan peluncur dikendalikan dari jarak jauh, sehingga tim kecil Marinir dapat dengan cepat memosisikan peluncur, menembak, dan berpindah tempat dengan cepat guna meminimalkan deteksi dari lawan.

Setiap kendaraan membawa dua boks berisi masing-masing satu NSM. Rudal sanggup terbang pada ketinggian rendah mengikuti profil kontur medan dan meluncur di atas permukaan laut, yang membuatnya sangat sulit dideteksi oleh radar lawan.

Rudal membawa muatan hulu ledak semi penembus lapis baja seberat 125 kg, dan menggunakan panduan inframerah pencitraan pada fase akhirnya untuk mengidentifikasi dan mengenai bagian kapal yang paling rentan.

Jangkauannya efektif NSM mencapai 185 km (115 mil), rudal meluncur dengan kecepatan 0,9 Mach atau setara 1.145 km/jam.

Program pengadaan NMESIS jumlah besar ini merupakan bagian restrukturisasi Desain Kekuatan 2030 USMC.

Dalam reorganisasi besar-besaran ini, USMC akan memensiunkan semua tanknya, mengurangi struktur resimen infanteri, dan mengarahkan investasi ke arah kemampuan untuk merebut dan mempertahankan pulau-pulau di Pasifik dalam kondisi perang.

Konsep strategis pergelaran NMESIS yakni tim kecil Marinir dapat menempatkan kendaraan ROGUE-Fires di sepanjang rantai pulau pertama yang membentang dari Jepang hingga Filipina, untuk mencegat pergerakan angkatan laut China bila terjadi perang.

USMC berencana untuk mengerahkan 261 sistem NMESIS hingga tahun 2030 yang terdiri dari 14 baterai. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *