Cetak rekor, Rusia gempur Ukraina dengan puluhan rudal balistik Iskander dalam semalam
Istimewa AIRSPACE REVIEW – Pasukan Rusia meluncurkan rekor jumlah rudal balistik Iskander-M dalam serangan udara besar-besaran ke wilayah Ukraina pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh data resmi Angkatan Udara Ukraina.
Dalam serangan gabungan berskala besar tersebut, Rusia dilaporkan melepaskan 33 rudal balistik Iskander-M.
Puluhan rudal maut tersebut ditembakkan dari wilayah Bryansk, Kursk, Rostov, serta dari wilayah Crimea yang saat ini diduduki Rusia.
Ibu kota Ukraina, Kyiv, menjadi target utama dari serangan brutal ini. Selain Kyiv, wilayah strategis lain seperti Dnipro, Zaporizhzhia, dan Kharkiv juga dilaporkan berada di bawah ancaman serangan rudal balistik tersebut.
Tidak hanya mengandalkan rudal balistik, Moskow juga mengerahkan berbagai persenjataan canggih lainnya dalam serangan yang sama, meliputi 8 rudal hipersonik Zircon, 27 rudal penjelajah Kh-101, 5 rudal penjelajah Kalibr, 656 pesawat tanpa awak (UAV) dari berbagai jenis, yang didominasi oleh drone kamikaze Shahed.
Untuk mengecoh dan menguras sistem pertahanan udara Ukraina, Rusia juga sengaja menerbangkan sejumlah decoy drone (drone umpan).
Serangan udara masif ini langsung direspons oleh kekuatan gabungan Pasukan Pertahanan Ukraina, yang terdiri dari jet tempur, satuan rudal antipesawat, unit peperangan elektronik (EW), Pasukan Sistem Unmanned (UAV), serta kelompok tembak bergerak (mobile fire groups).
Berdasarkan data awal per pukul 08.30 pagi waktu setempat, sistem pertahanan Ukraina berhasil menjatuhkan atau melumpuhkan total 642 target udara, yang terdiri dari 40 rudal dan 602 drone.
Secara terperinci, target yang berhasil dicegat meliputi 11 rudal balistik Iskander-M, 26 rudal penjelajah Kh-101, 3 rudal penjelajah Kalibr, 602 drone dari berbagai jenis.
Kendati demikian, Angkatan Udara Ukraina melaporkan terdapat 30 hantaman rudal balistik, 3 rudal penjelajah, dan 33 drone yang berhasil mengenai 38 lokasi berbeda, seperti diberitakan Militarnyi.
Selain itu, jatuhnya puing-puing rontokan drone juga dilaporkan terjadi di 15 titik.
Dampak serangan semalam dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah pada infrastruktur sipil.
Otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya empat orang tewas di Kyiv dan sembilan orang tewas di Dnipro, sementara puluhan warga lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman yang mengenai bangunan tempat tinggal.
Penggunaan rudal balistik dalam jumlah sebesar ini dalam satu kali serangan merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang perang.
Sebagai perbandingan, di sepanjang bulan Januari 2026 yang lalu, Rusia total meluncurkan 91 rudal balistik, yang saat itu sempat menjadi angka bulanan tertinggi sejak awal invasi berskala penuh. (PN)

