Zelensky minta AS izinkan produksi rudal Patriot di negaranya: 65 unit rudal/bulan tidak cukup

Zelensky mintra ke AS lisensi produksi rudal Patriot di UkrainaReuters, US Army

AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mendesak Amerika Serikat untuk mengizinkan negaranya memproduksi rudal pencegat Patriot secara mandiri.

Ia menegaskan bahwa tingkat produksi AS saat ini terlalu rendah di tengah langkah Rusia yang terus menggenjot produksi rudal balistik dalam negeri dan menguji sistem pertahanan udara NATO.

Dalam wawancara di program Face the Nation, Zelenskyy mengungkapkan dirinya telah mengirimkan surat resmi kepada Gedung Putih dan Kongres AS.

Surat tersebut berisi permohonan pemberian lisensi agar Ukraina dapat memperluas jangkauan produksi rudal Patriot secara lokal.

“Produksi rudal anti-balistik di Amerika Serikat saat ini tidak mencukupi, dan hal ini dapat memicu krisis di berbagai belahan dunia. Di sisi lain, Rusia terus meningkatkan produksi internal rudal balistik mereka. Saya telah mengirim surat ke Gedung Putih dan Kongres AS. Saya berharap mereka memahami dan memberikan respons,” ujar Zelensky.

Presiden Ukraina menyoroti, produksi pertahanan global saat ini masih jauh dari kata ideal jika dibandingkan dengan tuntutan keamanan modern yang terus meningkat.

“Memproduksi 60 hingga 65 rudal antibalistik per bulan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tantangan yang kita hadapi hari ini,” kata dia. Zelensky menambahkan bahwa Rusia mengetahui hal ini.

Pemberian izin bagi Ukraina untuk memproduksi rudal Patriot, lanjutnya, tidak hanya akan menguntungkan Kyiv, melainkan juga membantu para sekutu AS di kawasan lain, termasuk di Timur Tengah.

Ia menambahkan bahwa selama sistem antibalistik buatan Eropa sendiri belum siap diproduksi massal, ketergantungan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat masih sangat krusial.

Upaya Ukraina untuk memperkuat lini pertahanan udaranya terus berjalan secara simultan.

Baru-baru ini, Ukraina juga dilaporkan telah menerima pasokan tambahan berupa sistem peluncur pertahanan udara IRIS-T dari Jerman demi membendung gempuran udara Rusia yang kian intensif. (ON)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *