Parlemen Skotlandia heboh: Intelijen deteksi kapal selam Rusia incar kabel vital
Russian MoD AIRSPACE REVIEW – Ruang sidang Parlemen Skotlandia mendadak gempar setelah mencuatnya peringatan serius mengenai aktivitas kapal selam Rusia yang terdeteksi mengincar jaringan kabel bawah laut di Laut Utara.
Isu keamanan kritis ini memicu perdebatan panas di tengah pembahasan kebijakan energi dan pertahanan nasional.
Anggota Parlemen Skotlandia (MSP) dari Partai Labour, Michael Marra, seperti diberitakan media setempat pada 28 Mei, menyampaikan peringatan serius terkait aktivitas kapal selal Rusia yang mengancam jaringan kabel bawah laut di infrastruktur energi Laut Utara.
Isu keamanan ini mencuat di tengah debat kebijakan energi di Parlemen Skotlandia baru-baru ini.
Dalam intervensinya, Marra menegaskan bahwa perlindungan terhadap aset-aset vital di Laut Utara harus menjadi prioritas pertahanan utama.
Menurutnya, ancaman nyata dari kapal selam Rusia terhadap jaringan kabel bawah laut telah terdeteksi dalam beberapa pekan terakhir.
“Kita tahu bahwa aset kita di Laut Utara, di mana kapal selam Rusia telah mengancam sistem pengabelan dalam beberapa minggu terakhir, harus menjadi prioritas pertahanan,” ujar Marra di ruang sidang parlemen.
Marra juga mengaitkan isu ini dengan perdebatan konstitusional Skotlandia. Ia berpendapat bahwa jika Skotlandia memisahkan diri dari struktur pertahanan Inggris Raya (UK), hal itu justru akan memicu pembengkakan biaya pertahanan yang masif.
Padahal, saat ini dibutuhkan peningkatan investasi untuk memperkuat ketahanan infrastruktur, bukan sebaliknya.
Pernyataan Marra sempat memicu ketegangan ketika Menteri Eropa, Urusan Luar Negeri, dan Energi Skotlandia, Stephen Gethins, mempertanyakan dasar argumen tersebut.
Namun, Marra kembali menekankan bahwa perlindungan infrastruktur bawah laut terikat langsung dengan hubungan pertahanan yang lebih luas di lingkup Inggris Raya.
Peringatan di Parlemen Skotlandia menambah panjang daftar insiden yang melibatkan kabel bawah laut di perairan Eropa selama dua tahun terakhir.
Situasi ini telah memaksa Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) dan sekutu NATO untuk meningkatkan patroli serta pengawasan di sekitar infrastruktur dasar laut yang kritis.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa pasukan angkatan laut Inggris dan Norwegia berhasil mencegat tiga kapal selam Rusia di Atlantik Utara.
Kapal-kapal selam tersebut diduga kuat tengah melakukan pemetaan terhadap jaringan kabel dan pipa bawah laut yang vital.
Laut Utara merupakan kawasan yang sangat sensitif karena menyimpan aset energi utama, jaringan listrik, dan interkonektor antarnegara.
Dengan meningkatnya aktivitas Rusia di sekitar infrastruktur Eropa, keamanan kabel bawah laut kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai masalah energi, melainkan telah bergeser menjadi prioritas pertahanan nasional yang krusial. (PN)
