Sedikit tapi tangguh, Armada Laut Hitam Rusia penguasa laut selatan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sejumlah kapal perang Armada Laut Hitam Rusia menjadi sorotan media barat. Dikatakan, Armada Laut Hitam dari sisi ukuran, jumlah, dan tonase bukanlah yang terbesar di dunia. Akan tetapi, armada tempur laut ini sebagai salah satu yang paling berbahaya di dunia.

Rossisykaya Gazeta mengutip National Interest menyebut, Armada Laut Hitam hanya memiliki sedikit kapal dan tidak memiliki kapal selam nuklir.

Namun begitu, kemampuannya lebih dari cukup untuk mempertahankan perbatasan selatan Rusia dan menguasai wilayah itu.

Salah satu keunggulan dari Armada Laut Hitam adalah adanya kapal penjelajah rudal Moskva. Kapal dengan panjang dua kali lapangan sepakbola ini memiliki bobot 12.500 ton dan dirancang untuk menghancurkan kapal induk maupun kapal yang lebih kecil.

Persenjataan utama kapal meliputi 16 rudal jelajah supersonik Vulkan dengan berat masing-masing 5 ton.

Kapal ini dilengkapi sistem pertahanan udara S-300F, meriam 130 mm, rudal-rudal jarak dekat, dan torpedo antikapal selam.

Armada Laut Hitam juga memiliki fregat kelas Admiral Grigorovich yang berukuran lebih kecil, tetapi jauh lebih modern. Kapal-kapal dengan bobot 3.600 ton ini merupakan kapal zona jauh Rusia terbaru. Kehadirannya sulit dideteksi radar dan mampu melepaskan rudal jelajah supersonik Kalibr serta Onyx dengan jangkauan 400 mil (644 km). Di kelas ini, selain Admiral Grigorovich juga ada Admiral Essen dan Admiral Makarov.

Ada juga 32 rudal jarak pendek untuk melumat kapal-kapal kecil dari jarak 40 mil. Sementara untuk berburu kapal selam musuh, fregat ini dilengkapi helikopter dan torpedo antikapal selam.

Kemudian, Armada Laut Hitam juga dilengkapi dengan 10 kapal rudal jenis korvet, Tarantul dan Molniya.

Kapal ini antara lain dipersenjatai empat rudal antikapal P-15 Termit atau empat P-270 Moskit, 16 K35 Uran, rudal pertahanan udara Pantsir-M, serta persenjataan lainnya.

Kapal dilengkapi dengan sistem perlindungan elektronik yang kuat melindungi diri dari serangan musuh.

Sementara enam kapal lainnya adalah kapal selam diesel elektrik Project Varshavyanka yang telah ditingkatkan. Kapal ini berbasis di Novorossiysk.

Lambung kapal dibuat ramping dan dilapisi bahan peredam, membuat kapal selam kecil ini lebih siluman. Kapal dilengkapi 18 torpedo berat dan rudal jelajah Kalibr.

Roni Sont

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *