Boeing mulai membangun CP-8A Poseidon pertama dari 16 yang dipesan oleh Kanada

P-8 PoseidonBoeing

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Kerajaan Kanada (RCAF) mengumumkan pesawat intai maritim CP-8A Poseidon pertama yang dipesannya dari Amerika Serikat mulai dibangun.

Berdasarkan foto yang dirilis Boeing Defense, pesawat dengan nomor seri 9627 ini telah terbentuk seiring kemajuan produksi.

Pengadaan CP-8A Poseidon merupakan upaya Kanada untuk memodernisasi kemampuan pengawasan maritim jarak jauh dan peperangan antikapal selam yang dibutuhkan untuk beroperasi di seluruh wilayah maritim dan Arktik yang luas.

Kehadirannya juga dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan Kanada dalam memenuhi komitmen operasional di bawah kerangka kerja pertahanan NORAD dan NATO.

Kanada akan segera menjadi negara kesembilan yang mengoperasikan keluarga Poseidon, bergabung dengan armada aktif yang berjumlah lebih dari 175 unit yang beroperasi di seluruh dunia.

Total 16 CP-8A Poseidon dipesan pada 2023, guna menggantikan armada CP-140 Aurora (varian Kanada dari P-3 Orion). Pengiriman pesawat pertama dijadwalkan pada akhir 2026 atau awal 2027.

Untuk mengoperasikan CP-8A Poseidon ini, personel RCAF sudah menjalani pelatihan bersama pasukan mitra menjelang pengiriman pesawat.

Mereka saat ini sedang berlatih di Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru untuk mendapatkan pengalaman operasional dan teknis yang diperlukan untuk mengoperasikan platform tersebut.

Disebutkan, kerja sama dengan operator P-8A yang sudah ada memungkinkan Kanada untuk mengambil manfaat dari pelajaran operasional yang telah mapan, membantu memastikan operasionalisasi lebih cepat setelah pesawat tersebut secara resmi diterima.

Mengenai Poseidon, pesawat patroli maritim canggih ini dikembangkan menggunakan platform pesawat penumpang Boeing 737, dengan mengintegrasikan radar, sensor akustik, dan peralatan komunikasi canggih.

Poseidon dirancang sebagai pesawat multimisi, mencakup peperangan antikapal selam dan antikapal permukaan, pengawasan maritim, pengumpulan intelijen, dan misi dukungan pencarian dan penyelamatan (SAR).

Pesawat ini dapat diandalkan untuk melakukan misi pengawasan maritim berkelanjutan, memungkinkan memantau area laut yang luas dan mempertahankan kesadaran situasional di wilayah terpencil. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *