Ketegangan memanas, Yunani kerahkan rudal Spike NLOS dari Israel ke perbatasan Turkiye

Spike NLOS buatan Rafael IsraelRafael

AIRSPACE REVIEW – Hubungan di kawasan Mediterania Timur kembali menghangat. Pemerintah Yunani dilaporkan tengah bersiap mengambil langkah militer strategis dengan mengerahkan sistem rudal jelajah canggih Spike NLOS yang dibeli dari Israel, langsung ke wilayah-wilayah perbatasan yang berhadapan dengan Turkiye.

Sistem persenjataan mematikan ini rencananya akan ditempatkan di pulau-pulau Laut Aegean serta sepanjang garis perbatasan darat di wilayah Maritsa (Meriç).

Media setempat melaporkan, Athena memberikan prioritas operasional tertinggi untuk proyek ini demi mendongkrak daya gentar militer mereka.

Saat ini, pelatihan intensif bagi para operator pertama rudal tersebut sedang berlangsung di Avlonas.

Pengiriman gelombang pertama ke pulau-pulau strategis dijadwalkan mulai berjalan pada musim panas ini, dengan target rampung total sebelum akhir tahun.

Pertahanan Kepulauan Generasi Baru

Berbeda dengan sistem antitank konvensional, Spike NLOS menawarkan kemampuan serangan presisi jarak jauh berbasis jaringan (network-centric warfare).

Senjata ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam konsep pertahanan kepulauan generasi baru milik Yunani.

Untuk memaksimalkan daya hancurnya, sistem Spike NLOS ini nantinya akan diintegrasikan dengan pesawat nirawak (UAV) jenis Orbiter.

Drone ini bertindak sebagai “mata di langit” yang bertugas melakukan pengintaian, pemantauan garis pantai, serta mengidentifikasi target secara real-time jika ada potensi pendaratan amfibi.

Respons Turkiye

Pergerakan militer Yunani di kepulauan Aegean sebenarnya berada di bawah pengawasan ketat. Drone intai (SİHA) milik Angkatan Bersenjata Turkiye dilaporkan terus melakukan patroli udara 24 jam penuh di wilayah tersebut.

Menghadapi efek “pengepungan” ini, industri pertahanan Turkiye tidak tinggal diam dan langsung menyiapkan tandingannya.

Turkiye baru saja meluncurkan CİDA, rudal antitank jarak jauh buatan lokal yang dirancang khusus untuk menandingi Spike NLOS dengan klaim jangkauan yang lebih jauh.

Militer Turkiye juga mulai memasukkan rudal antitank portabel KARAOK ke dalam inventaris tempur mereka setelah sukses besar dalam uji coba di Latihan Militer EFES-2026 di Izmir.

Lini serang Ankara juga kian diperkuat dengan sistem perang elektronik buatan ASELSAN, rudal balistik TAYFUN, dan amunisi pintar TOLUN yang mampu menjangkau target hingga radius di atas 100 km. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *