Tentukan unit fregat, Indonesia akan menerima MİLGEM kelas İSTİF F-519 dan F-521

Fregat MILGEM TurkiSSB

AIRSPACE REVIEW – Proyek pengadaan fregat MİLGEM untuk TNI Angkatan Laut kini telah memasuki babak baru yang lebih spesifik. Pemerintah Turkiye dan pihak galangan kapal secara resmi telah menentukan nomor lambung (hull number) unit kapal yang akan dibangun khusus untuk TNI AL yaitu F-519 dan F-521.

Kepastian ini muncul seiring dengan penandatanganan kontrak akhir oleh TAİS (konsorsium yang mewakili industri galangan kapal Turkiye) untuk ekspor dua unit fregat kelas İSTİF (Stiff-class) ke Indonesia, seperti diberitakan savunmasanayist.com.

Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman tripartit yang melibatkan Turkiye, Indonesia, dan Qatar, di mana seluruh pembiayaan proyek raksasa ini didukung melalui skema kredit dari Qatar.

Sebelumnya, sempat beredar kabar di lingkungan industri bahwa Indonesia kemungkinan akan menerima kapal dengan nomor lambung F-516 dan F-517 yang saat itu sudah mulai dibangun.

Namun, dinamika kebutuhan operasional yang tinggi di Angkatan Laut Turkiye memaksa terjadinya perubahan rencana produksi.

Saat ini, galangan kapal Turkiye tengah sibuk membangun hampir 50 kapal militer secara serentak, termasuk tujuh unit Fregat Kelas İSTİF.

Demi menjaga kesiapan tempurnya, Angkatan Laut Turkiye memutuskan untuk mengambil alih tiga kapal pertama yang sedang dalam tahap akhir pembangunan dan pengujian, yakni F-516 (TCG İZMİR), F-517 (TCG İZMİT), dan F-518 (TCG İÇEL).

Sebagai gantinya, slot pembangunan dipetakan ulang, dan ditetapkan bahwa Indonesia akan menerima kapal dengan nomor lambung F-519 dan F-521.

Kedua kapal pesanan Indonesia ini ditargetkan selesai dan siap dikirim pada kurun waktu tahun 2027 hingga 2028.

Turkiye sendiri akan segera memulai pembangunan unit baru lagi untuk mengisi kekosongan slot yang ditinggalkan oleh F-519 dan F-521, di mana sebagian besar pendapatan dari ekspor ke Indonesia ini akan diputar kembali untuk mendanai program kapal perang generasi masa depan mereka.

Penentuan unit F-519 dan F-521 untuk Indonesia ini mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Turkiye berhasil mengekspor kapal perang permukaan berukuran besar sekelas fregat ke kawasan Asia-Pasifik.

Sebelumnya, ekspor kapal perang Turkiye ke Asia Tenggara baru menyentuh skala korvet (MİLGEM kelas ADA), seperti empat unit untuk Pakistan dan tiga unit untuk Malaysia.

Sebagai bagian dari kesepakatan, kedua fregat tangguh ini akan dipasenjatai dengan ekosistem pertahanan mutakhir buatan industri lokal Turkiye.

ASELSAN akan menyuplai sensor canggih dan Radar AESA CENK-S untuk deteksi jarak jauh. Kemudian ROKETSAN akan menyediakan sistem rudal nasional, termasuk rudal antikapal ATMACA dan Vertical Launch System (VLS) MİDLAS.

Sementara HAVELSAN akan mengintegrasikan Combat Management System (CMS) atau sistem komando dan kendali kapal. Lalu MKE akan menyediakan sistem persenjataan utama dan meriam laut.

Fregat Kelas İSTİF merupakan pengembangan lanjutan dari Korvet Kelas ADA. Dirancang sepenuhnya secara domestik oleh Turki, kelas ini memiliki kemampuan navigasi yang lebih tinggi serta jangkauan operasional yang lebih jauh.

Kapal ini memiliki bobot perpindahan (deplasman) mencapai 3.150 ton, panjang lambung 113 m, dan mampu melaju hingga kecepatan maksimal di atas 29 knot.

Dengan kombinasi radar AESA CENK-S dan VLS MİDLAS yang mampu meluncurkan rudal pertahanan udara HİSAR-D, unit F-519 dan F-521 yang akan diterima Indonesia dipastikan bakal menjadi aset pemukul yang mandiri, adaptif, dan mematikan di kawasan. (MA)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *