Korea Selatan disebut akan mengekspor sistem pertahanan K30 Biho ke UEA untuk menangkal drone kamikaze Iran
Istimewa AIRSPACE REVIEW – Beredar informasi, Korea Selatan akan mengekspor sistem pertahanan udara bergerak K30 Biho ke Uni Emirat Arab UEA), guna melawan ancaman drone kamikaze Iran seperti Shahed-136.
Namun rincian kontrak belum diketahui, termasuk berapa jumlah yang akan diakuisy dan kapan waktu pengirimannya.
Sistem SHORAD (Short-Range Air Defense) ini dirancang dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace yang berkolaborasi dengan LIG Nex1.
Sebagai sistem pertahanan udara bergerak, K30 Biho menggunakan platform kendaraan tempur beroda rantai K21 KIFV.
Untuk spesifikasinya, K30 memiliki panjang keseluruhan 6,7 m, lebar 3 m, tinggi 4 m, dan diawaki oleh empat kru.
Dengan bobot sekitar 26,5 ton, kendaraan digerakkan menggunakan mesin diesel MAN – Doosan D2840L berdaya 520 hp. Kecepatan maksimumnya 65 km/jam dan jangkauan operasi 500 km.
Biho dilengkapi turret yang mengusung dua kanon otomatis SNT Dynamics K KCB 30 mm dan empat peluncur MANPADS KP-SAM Chiron.
Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan stasiun radar sendiri dan stasiun pengintai optik dengan pencitra termal, serta sistem pengendalian tembakannya sepenuhnya digital.
K30 Biho sendiri mulai beroperasi pada tahun 1999, dan digunakan oleh Angkatan Darat Korea dengan jumlah sekitar 167 unit. Meskipun pernah ada upaya mengekspor sistem ini ke India, namun belum berhasil. (RBS)
