Ngeri, untuk ketiga kali Rusia melakukan serangan terhadap Ukraina menggunakan rudal balistik Oreshnik

Rusia kembali serang Ukraina dengan rudal balistik OreshnikZN.UA

AIRSPACE REVIEW – Pasukan Rusia kembali menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik, kali ini untuk menyerang Tserkva di Oblast Kyiv. Video serangan diunggah oleh ZN.UA.

Berdasarkan rekaman yang diambil oleh warga setempat, disinyalir rudal hipersonik tersebut menghantam sebuah distrik di kota itu. Lokasi pasti yang menjadi target dan dampaknya saat ini belum diketahui.

Namun diperkirakan yang menjadi target adalah zona industri dekat Bila Tserkva, sebuah kota berpenduduk 200.000 jiwa terletak hanya 80 km di selatan ibu kota Ukraina.

Menjelang serangan tersebut, pada pukul 00:51 tanggal 24 Mei, Angkatan Udara Ukraina memperingatkan adanya ancaman peluncuran rudal balistik jarak menengah dari Rusia.

Sehari sebelumnya, pada 23 Mei, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga telah mengumumkan mengenai kemungkinan serangan Rusia menggunakan rudal Oreshnik.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Kyiv juga mengeluarkan peringatan tentang serangan udara yang dapat terjadi kapan saja dalam 24 jam ke depan.

Juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat, mengungkapkan rudal tersebut diluncurkan dari Kapustin Yar di Oblast Astrakhan, Rusia.

Oreshnik merupakan rudal balistik jarak menengah yang dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 10 Mach dan tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan udara apa pun yang saat ini dikerahkan di Ukraina.

Menariknya, seperti pada penggunaan sebelumnya, misil Oreshnik tidak dibekali hulu ledak, dan hanya membawa perangkat simulator.

Ini adalah kali ketiga Rusia menembakkan Oreshnik di bawah kedok serangan tempur, sambil menggunakan muatan inert, dan targetnya semakin mendekat ke ibu kota Kyiv.

Dnipro merupakan wilayah pertama yang menerima serangan pada November 2024, menandai penggunaan operasional pertama Oreshnik.

Disusul Lviv pada Januari 2026, rudal tersebut menyerang perbatasan timur NATO di Polandia dan langsung menarik perhatian para aliansi NATO di seluruh Eropa.

Setiap peluncuran Oreshnik merupakan uji senjata dan “pesan” Rusia kepada NATO, bahwa negara tersebut memiliki senjata mematikan yang tak dapat dicegat pertahanan udara modern sekalipun. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *