Terbongkar: Rusia punya unit pasukan khusus baru Center 795 untuk misi prioritas tinggi
Istimewa AIRSPACE REVIEW – Rusia diketahui telah memiliki unit pasukan khusus baru yang sangat rahasia bernama Center 795 (Unit Militer 75127). Hal ini terungkap berdasarkan hasi investigasi terbaru dari media The Insider, sebagaimana dilaporkan Militarnyi.
Dikatakan bahwa unit ini dibentuk Kremlin di tengah berkecamuknya perang skala penuh di Ukraina. Center 795 diberi tugas untuk menjalankan misi-misi krusial, mulai dari operasi militer hingga pembunuhan politik dan penculikan di luar negeri.
Lebih jauh dipaparkan, Center 795 dibentuk atas keputusan Staf Umum Rusia pada Desember 2022. Unit ini bersifat otonom dan melapor langsung kepada Kepala Staf Umum, Valery Gerasimov, atau Wakil Menteri Pertahanan.
Personel Unit Militer 75127 terdiri dari perwira-perwira elite yang berasal dari Direktorat Utama Staf Umum (GRU), FSB, hingga mantan perwira KGB Belarus (KDB).
Meski diisi oleh berbagai unsur, posisi kepemimpinan didominasi oleh perwira dari Pusat Tujuan Khusus FSB (Unit Alpha), termasuk ketuanya, Denis Fisenko.
Menariknya, unit ini bermarkas di pusat pelatihan Konsorsium Kalashnikov, yang merupakan bagian dari Rostec.
Pendanaan proyek ini disebut-sebut dibantu oleh miliarder Andrey Bokarev, pemilik Kalashnikov yang memiliki kedekatan dengan Vladimir Putin, menurut laporan tersebut.
Pola pendanaan ini dinilai mirip dengan cara mendiang Yevgeny Prigozhin membiayai tentara bayaran Wagner Group melalui kontrak-kontrak negara.
Unit yang beranggotakan sekitar 500 perwira ini dibagi menjadi tiga departemen utama dengan fungsi yang sangat spesifik.
Pertama adalah Departemen Intelijen. Departemen ini mencakup divisi OSINT, intelijen sinyal, pengintaian drone, hingga jaringan agen rahasia di luar negeri yang diisi oleh veteran GRU (unit yang terlibat dalam kasus keracunan Skripal).
Kedua adalah Departemen Serbu. Departemen ini terdiri dari kelompok-kelompok serangan otonom yang bekerja secara terkotak-kotak (kompartemen) sehingga satu kelompok tidak mengetahui aksi kelompok lainnya demi menjaga kerahasiaan.
Dan yang ketiga adalah Departemen Dukungan Tempur. Departemen ini bertugas menyediakan alat berat seperti tank T-90A dan sistem peluncur roket BM-30 Smerch.
Terbongkar Akibat “Google Translate”
Meski dirancang dengan tingkat keamanan siber yang sangat ketat dan enkripsi tingkat tinggi, Center 795 justru mengalami kebocoran karena alasan yang sepele, yaitu kendala bahasa.
Investigasi mengungkap bahwa salah satu agen operasionalnya, Denis Alimov, berkomunikasi dengan seorang agen rekrutan di Amerika Serikat bernama Darko Durovic.
Karena tidak menguasai bahasa masing-masing dengan baik, mereka menggunakan layanan Google Translate untuk menerjemahkan laporan lapangan dari bahasa Serbia ke Rusia, dan sebaliknya.
Karena data terjemahan diproses melalui server perusahaan teknologi AS yang tunduk pada surat perintah pengawasan FBI, pihak berwenang AS berhasil mendapatkan log percakapan tersebut secara real-time.
Hal ini berujung pada penangkapan Alimov di Kolombia dan ekstradisinya ke Amerika Serikat.
Paparan detail mengenai struktur, nama-nama komandan, hingga nomor telepon dan identitas pribadi para anggota Center 795 kini telah dipublikasikan, yang diprediksi akan menjadi pukulan telak bagi operasi intelijen Rusia di masa mendatang.
Selain pengawasan teknis, ketatnya proses seleksi dan tingginya biaya operasional menunjukkan betapa pentingnya unit ini bagi Kremlin.
Para perwira di level kepala departemen dilaporkan menerima gaji hingga 500.000 rubel (sekitar Rp110 juta per bulan).
Sementara Denis Fisenko selaku pimpinan pusat disebut menerima hingga 3 juta rubel (sekitar Rp659 juta) per bulan dari Konsorsium Kalashnikov, di luar gaji resminya dari Kementerian Pertahanan.
Status istimewa Center 795 juga memungkinkan mereka merekrut personel terbaik dari unit militer mana pun, termasuk GRU, FSB, bahkan Layanan Perlindungan Federal (FSO), tanpa memerlukan persetujuan dari instansi asal mereka.
Keberhasilan The Insider dalam mengidentifikasi hampir seluruh personel kunci unit ini, termasuk detail pribadi seperti nomor paspor, pelat nomor kendaraan, hingga alamat email korporat, menjadi bukti kerentanan data di era digital.
Meskipun unit ini bermarkas di lokasi yang sangat terjaga seperti Patriot Park di Kubinka, kebocoran informasi yang berasal dari kecerobohan operasional dan jejak digital telah mengupas lapisan kerahasiaan yang selama ini melindungi misi-misi “basah” Rusia. (RNS)
