ENAER luncurkan T-40 Newen: Pesawat latih generasi baru industri dirgantara Chili

ENAER luncurkan pesawat latih T-40 NewenENAER

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan kedirgantaraan nasional Chili, ENAER, secara resmi meluncurkan prototipe pesawat latih dasar terbaru mereka, T-40 Newen.

Acara peluncuran pesawat dilaksanakan di Pangkalan Udara El Bosque, Santiago, pada 7 April 2026.

Momen bersejarah ini juga menjadi sorotan utama dalam ajang FIDAE 2026 (Feria Internacional del Aire y del Espacio), pameran kedirgantaraan terbesar di kawasan Amerika Latin.

Hadir dalam upacara tersebut Menteri Pertahanan Chile beserta jajaran petinggi Angkatan Udara Chile (FACh) untuk menyaksikan langsung kemajuan industri pertahanan dalam negeri mereka.

T-40 Newen dirancang sebagai penerus T-35 Pillán yang telah menjadi tulang punggung pelatihan pilot dasar Chile selama lebih dari 40 tahun.

Nama “Newen” yang berarti “Kekuatan” dalam bahasa Mapuche, dipilih untuk melambangkan kebangkitan kembali manufaktur pesawat nasional Chile.

Berbeda dengan pesawat latih konvensional, T-40 merupakan bagian dari ekosistem pelatihan terintegrasi yang mencakup simulator realitas virtual dan sistem analisis data digital.

Pesawat ini menggunakan material komposit canggih pada 30 persen strukturnya serta dilengkapi sistem avionik modern dengan fitur HOTAS (Hands On Throttle-And-Stick).

Setelah diperkenalkan di FIDAE, prototipe pertama ini dijadwalkan akan menjalani rangkaian uji terbang intensif sepanjang tahun 2026.

Pemerintah Chile berencana memproduksi sebanyak 33 unit T-40 Newen untuk memperbarui seluruh armada latih FACh mulai tahun 2027 mendatang.

Detail Teknis

Dari sisi dimensi, T-40 Newen berdimensi sedikit lebih besar dibandingkan pendahulunya untuk memberikan stabilitas lebih baik. Pesawat memiliki panjang 8,46 m dan rentang sayap 10,01 m.

Struktur Newen mengadopsi teknologi modern dengan penggunaan material komposit serat karbon hingga 30 persen dari total bobotnya.

Langkah ini tidak hanya membuat pesawat lebih ringan dan efisien, tetapi juga memberikan kekuatan struktural yang mumpuni untuk melakukan manuver akrobatik ekstrem dengan limit beban antara +6G hingga -3G.

Pesawat ditenagai mesin Lycoming AEIO-580-B1A yang menghasilkan tenaga hingga 315 hp.

Peningkatan kapasitas daya dorong pesawat dibanding versi sebelumnya ini memungkinkan T-40 mencapai kecepatan maksimum hingga 171 knot dalam konfigurasi akrobatik.

Selain itu, penggunaan winglet pada ujung sayap yang dapat dibongkar pasang semakin mempertegas efisiensi aerodinamika pesawat ini saat melakukan misi pelatihan dasar maupun navigasi jarak jauh.

Loncatan teknologi yang paling signifikan terlihat di dalam kokpit yang sudah mengadopsi konsep Full Glass Cockpit.

ENAER juga menyematkan layar multifungsi (MFD) digital serta sistem kontrol HOTAS (Hands On Throttle-And-Stick) yang dirancang khusus untuk menyerupai tata letak kokpit jet tempur F-16.

Hal ini sangat krusial agar para kadet terbiasa dengan lingkungan operasional pesawat tempur garis depan sejak tahap awal pendidikan mereka.

Melengkapi kemampuan fisiknya, T-40 Newen hadir sebagai satu kesatuan dengan sistem pelatihan terintegrasi.

Pesawat ini dilengkapi dengan alat perencanaan misi digital serta sistem debriefing berbasis data 3D yang sangat detail.

Bahkan, tersedia simulator berbasis Mixed Reality yang memungkinkan calon pilot mengasah kemampuan mereka di darat dengan skenario yang sangat mendekati kondisi penerbangan aslinya di angkasa. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *