Satu negara Asia Tenggara borong sistem pertahanan udara buatan Ceko senilai Rp39,5 triliun

CSG ADS-400Via X

AIRSPACE REVIEW – Czechoslovak Group (CSG) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri pertahanan Republik Ceko melalui anak perusahaannya, Excalibur International.

Perusahaan tersebut telah resmi menyepakati kontrak pengadaan sistem pertahanan udara senilai hampir 2,5 miliar USD (setara Rp39,5 triliun) dengan satu negara di Asia Tenggara yang tidak disebutkan namanya.

Pencapaian ini disebut sebagai salah satu kesepakatan bisnis non-Eropa terbesar sejak berdirinya grup tersebut, sekaligus menegaskan dominasi industri pertahanan Ceko di pasar global, khususnya dalam penguasaan teknologi sistem persenjataan elektronik yang kompleks dan bernilai tinggi.

Dalam kesepakatan bernilai fantastis ini, Excalibur International akan mengirimkan baterai lengkap sistem pertahanan udara multilapis dengan berbagai jangkauan jarak.

Sistem persenjataan ini akan diintegrasikan dengan sasis Tatra yang sudah memiliki reputasi dunia dalam hal mobilitas militer.

Proyek ini tidak hanya sebatas pengiriman unit, tetapi juga mencakup paket layanan turnkey yang komprehensif, mulai dari pelatihan personel, dukungan logistik, penyediaan suku cadang, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Selain itu, Excalibur International juga memfasilitasi pembiayaan ekspor untuk memastikan kelancaran proyek yang dijadwalkan rampung dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan.

CEO Excalibur International, Miloš Šivara, menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh mitra di Asia Tenggara ini merupakan hasil dari hubungan kerja sama yang telah terbangun melalui pengiriman sistem serupa sebelumnya.

Keberhasilan ini memang memperpanjang daftar panjang portofolio CSG di wilayah tersebut, yang sebelumnya telah menjalankan proyek pertahanan udara jarak menengah (MRAD), kontrak kendaraan lapis baja Patriot melalui Excalibur Army, hingga pasokan amunisi kaliber kecil melalui divisi CSG Ammo+.

Ekspansi ini membuktikan bahwa perusahaan mampu bersaing dengan pemain besar dunia di sektor alutsista tingkat tinggi dengan nilai kontrak yang sangat signifikan.

“Dalam grup CSG, Excalibur International beroperasi, antara lain, sebagai perusahaan yang fokus pada sistem pertahanan udara komprehensif. Kontrak baru di kawasan Asia ini menegaskan kepercayaan mitra kami dan dibangun di atas pengiriman sistem-sistem yang sedang berlangsung,” kata Šivara dikutip dalam rilis perusahaan pada 7 April 2026.

Selain memperkuat postur pertahanan konvensional, proyek ini juga menjadi respons terhadap dinamika konflik modern yang kini banyak melibatkan teknologi pesawat tanpa awak (UAS).

Dalam beberapa tahun terakhir, CSG Group kian agresif mengembangkan solusi pertahanan udara dan teknologi radar yang dioptimalkan untuk mendeteksi ancaman hibrida tersebut.

Melalui kontrak rekor triliunan Rupiah ini, CSG tidak hanya membawa pulang kesuksesan komersial, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa inovasi teknologi pertahanan asal Ceko telah siap memimpin di garda terdepan pasar internasional. (RNS)

You may also like...

No Responses

  1. Puguh Sutrisno says:

    masak indonesia?

  2. dox says:

    kalo menurut saya sih: bagi endonezah sangat mudah sekali sekali sekali.
    diendonezah 1 orang aja bisa nyolong duit negara sampe 270triiun,malah katanya ada yg lebih, sampe 1000an triliun…
    cuma 39,5triliun sangat mudah bagi endonezah.

  3. Julias Shofiar says:

    Berita terkait justru memberitahukan negara mana yang membeli Alustista tersebut apalagi dengan skema pinjaman luar negeri …

  4. wong moker says:

    Walah cuma segitu aja
    MBG aja perhari 1.2 T klo sebulan uda 36 T

  5. Trisoes says:

    Mbg dan kopdes jauh lebih penting ddaripada rudal pertahanan apapun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *