Polandia dan Ukraina sepakat bekerja sama dalam produksi Bohdana 155 SPH, dilengkapi munisi 155 mm standar NATO

2S22 BohdanaIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan patungan Polandia-Ukraina PK MIL SA sedang bersiap untuk meluncurkan produksi howitzer swagerak (SPH) Bohdana 155 mm rancangan Ukraina di Polandia.

Informasi ini diungkapkan oleh surat kabar bisnis Polandia, Puls Biznesu pada 6 Maret 2026.

Selain untuk potensi penjualan kepada militer Polandia, memindahkan produksi ke Polandia juga dapat membuka peluang ekspor, hal sulit dilakukan oleh industri pertahanan Ukraina di masa perang saat ini.

Perusahaan PK MIL SA didirikan pada Oktober tahun lalu sebagai usaha patungan antara perusahaan industri Polandia Ponar Wadowice dan Pabrik Pembuatan Mesin Perkakas Berat Kramatorsk Ukraina.

Bohdana 155 adalah howitzer swagerak beroda yang dirancang untuk memberikan tembakan artileri jarak jauh sambil mempertahankan mobilitas tinggi di segala medan.

Seperti sistem artileri NATO modern lainnya, Bohdana SPH juga menggunakan amunisi 155 mm yang menjadi standar di seluruh angkatan bersenjata Barat.

Ukraina mengembangkan howitzer swagerak 155 ini guna menggantikan sistem lama yang digunakan Angkatan Bersenjatanya, yakni kaliber 152 mm era Uni Soviet.

Sistem ini sendiri telah teruji dalam perang, digunakan dalam operasi tempur di Ukraina untuk menghadapi pasukan Rusia.

Dilaporkan, lebih dari 600 unit Bohdana 155 telah diproduksi sejak awal konflik, dan sistem tersebut telah menembakkan lebih dari 800.000 peluru selama operasi tempurnya.

Varian terbaru keluarga Bohdana yang disebut sebagai Bohdana 4.0 telah menggunakan sasis truk baru Tatra 158 Phoenix 8×8 buatan Ceko.

Howitzernya dibekali dengan sistem pemuatan semi otomatis, dengan kecepatan tembak 6 peluru per menit, dengan jangkauan tembak 35-40 km menggunakan munisi HEIAP dan hingga 45-60 km dengan jenis RAP. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *