AS ajukan anggaran pertahanan 1,5 triliun USD untuk 2027: Jet tempur F-47 dapat kucuran dana paling jumbo

Trump mungkin akan mengubah angka pada F-47 karena merasa tidak nyamanAFP, USAF

AIRSPACE REVIEW – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi telah mengajukan proposal anggaran pertahanan untuk Tahun Fiskal 2027 dengan nilai total fantastis mencapai 1,5 triliun USD (sekitar Rp24.000 triliun), yang jika disetujui akan menjadi anggaran militer terbesar dalam sejarah.

Jumlah ini mencerminkan lonjakan drastis sekitar 42 persen jika dibandingkan dengan anggaran tahun fiskal sebelumnya, sebagai respons atas dinamika keamanan global yang kian memanas.

Anggaran raksasa ini terbagi menjadi anggaran dasar sebesar 1,1 triliun USD (sekitar Rp17.600 triliun) dan tambahan 350 miliar USD (sekitar Rp5.600 triliun) untuk mempercepat modernisasi militer.

F-47 Jadi Prioritas Utama Angkatan Udara

Dalam dokumen anggaran tersebut, program jet tempur generasi keenam Next Generation Air Dominance (NGAD) disebut secara resmi sebagai F-47.

Jet tempur siluman masa depan ini menjadi penerima dana paling signifikan dengan alokasi mencapai 4,8 miliar USD (sekitar Rp76,8 triliun) untuk tahap pengembangan lanjutan.

Langkah ini menegaskan ambisi Pentagon untuk tetap mendominasi ruang udara global dengan teknologi yang jauh melampaui kemampuan jet tempur generasi kelima saat ini.

Selain jet tempur berawak, dana sebesar 1 miliar USD (sekitar Rp16 triliun) dialokasikan untuk memulai pengadaan massal drone Collaborative Combat Aircraft (CCA).

Drone tempur otonom ini dirancang untuk beroperasi sebagai pendamping setia atau “loyal wingman” bagi F-47 dan F-35 di medan tempur yang sangat berbahaya.

Integrasi antara pesawat berawak dan tak berawak ini menjadi pilar utama strategi udara Amerika Serikat dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di masa depan.

Peningkatan Stok Amunisi Secara Masif

Sektor persenjataan juga mendapatkan porsi besar, terutama untuk pengisian kembali stok rudal yang mulai menipis akibat berbagai operasi militer internasional.

Salah satu yang paling menonjol adalah rencana pembelian Precision Strike Missile (PrSM) yang melonjak tajam dari 108 unit menjadi 1.134 unit dalam satu tahun.

Rudal jelajah Tomahawk juga mengalami peningkatan pesat dengan target pengadaan 785 unit, naik berkali-kali lipat dari jumlah tahun sebelumnya yang hanya 55 unit.

Di bidang maritim, anggaran ini mengusulkan percepatan pembangunan kapal induk kelas Gerald R. Ford serta kapal selam serang kelas Virginia untuk memperkuat armada laut.

Selain itu, dana sebesar 21 miliar USD (sekitar Rp336 triliun) disiapkan untuk memodernisasi “Triad Nuklir”, termasuk jet pembom siluman B-21 Raider.

Investasi besar-besaran ini menunjukkan komitmen penuh Pentagon untuk membangun kembali kekuatan militer yang mampu menangkal segala bentuk ancaman dari negara pesaing utama. (RNS)

0 Replies to “AS ajukan anggaran pertahanan 1,5 triliun USD untuk 2027: Jet tempur F-47 dapat kucuran dana paling jumbo”

  1. Bayangkan as punya hutan $36 triliun manufaktur mandek berarti hutang lagi buat militer jumbo ? Trs cr duit dgn jd preman palak sana sini 🤣🤣🤣🤣 mknya as itu hrs dihentikan krn sumber semua kekacauan dialah biangnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *