US Army menguji drone kamikaze Atlas dengan jangkauan 130 km

US Army menguji drone kamikaze AtlasMariam Diallo

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) telah memulai uji coba drone serang baru “Atlas” yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan asal Amerika Serikat, AEVEX Aerospace.

Kegiatan dilaksanakan pada 5 April 2026 dari Pusat Pelatihan Kesiapan Gabungan (JRTC) di Fort Polk, Louisiana, yang dilakukan oleh prajurit dari Divisi Lintas Udara ke-101 (Serangan Udara).

Atlas dikategorikan sebagai sistem serangan presisi otonom Grup II yang dibangun untuk kecepatan, daya tahan, dan kemampuan beradaptasi.

Amunisi loiter ini memiliki berat 15.4 kg, berdimensi panjang 139.7 cm, rentang sayap 191.8 cm dan muatan modular hingga 3,4 kg.

Memiliki bobot tergolong ringan, Atlas mudah untuk dibawa, diluncurkan, dan dioperasikan oleh tim darat kecil dengan waktu penyiapan minimal.

Sistem ini dirancang untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), serta serangan presisi.

Atlas sanggup beroperasi di medan perang tanpa sinyal GPS atau di mana musuh secara aktif berupaya untuk mengacaukan atau menurunkan kualitas sistem navigasi.

Untuk kinerjanya, drone ini dapat terus mengudara hingga 70 menit atau jangkauan 130 km, meluncur dengan kecepatan 120-150 km/jam.

Acara pelatihan pada 5 April di JRTC merupakan kelanjutan langsung dari keputusan seleksi sebelumnya. Pada tahun 2025, US Army memilih AEVEX Atlas untuk upaya penerapan awal program Launched Effects–Short Range (LE-SR).

Launched Effects adalah konsep Angkatan Darat untuk amunisi kecil otonom yang diluncurkan dari udara atau darat beroperasi sebagai perpanjangan dari platform berawak dan prajurit infanteri. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *