USAF memperpanjang masa pakai rudal nuklir AGM-86B, telah digunakan sejak 1982
USAF AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) berniat memberikan kontrak IDIQ (Independent Design and Quantity) tanpa tender kepada Boeing untuk memproduksi ulang unit kendali penerbangan bagi rudal AGM-86B.
Pengumuman ini diungkapkan pada 6 April 2026 oleh Pusat Senjata Nuklir Angkatan Udara yang bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara Tinker, Oklahoma.
Total sebanyak 550 Pengontrol Aktuator Elevon akan diproduksi ulang hingga Juli 2033, dengan pengiriman 94 unit per tahun.
Pusat Bimbingan dan Perbaikan Boeing, beroperasi di bawah kode CAGE 05HA6, sebagai satu-satunya sumber yang memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Pengontrol Aktuator Elevon adalah perangkat elektronik yang mengendalikan permukaan kontrol aerodinamis (elevon) guna mengarahkan rudal AGM-86B saat terbang.
Tanpa pengontrol yang berfungsi, rudal tidak dapat mengikuti jalur penerbangan yang tepat ke target yang dituju.
Upaya perbaikan ini melibatkan pembongkaran lengkap setiap unit yang sudah tua hingga ke tingkat papan sirkuit, dan penggantian semua sub-rakitan.
Boeing juga diharuskan memproduksi perangkat uji tambahan dan perangkat program uji terkait untuk mendukung kapasitas produksi.
Sementara rudal Long Range Standoff sebagai calon pengganti AGM-86B di masa depan, saat ini masih dalam pengembangan dan belum digunakan secara luas.
Untuk itu, penggantian komponen ini dapat menjaga inventaris AGM-86B yang ada agar tetap mampu menjalankan misi operasional jangka pendek bagi Komando Serangan Global Angkatan Udara.
AGM-86B Air-Launched Cruise Missile (ALCM) adalah rudal jelajah strategis buatan Boeing yang dioperasikan oleh USAF sejak 1982.
Dirancang khusus untuk pembom Boeing B-52H Stratofortress, sebanyak 20 rudal dapat diangkut pesawat ini dengan kombinasi penempatan internal dan eksternal.
Rudal yang membawa hulu ledak nuklir W80-1 (5-150 kiloton) ini, memiliki jangkauan lebih dari 2.400 km untuk menyerang target dari luar jangkauan pertahanan udara musuh.
Untuk spesifikasinya, AGM-86B berdimensi 6,3 m dan berat 1.430 kg. Ditenagai oleh mesin turbofan Williams F107-WR-10, rudal ini dapat meluncur dengan kecepatan 900 km/jam (0,73 Mach). (RBS)

