“K-Growler”, Korea Selatan perkenalkan KF-21EJ: Monster EW dari Negeri Ginseng

Korea perkenalkan desain KF-21EJ untuk peperangan elektronikKFN

AIRSPACE REVIEW – Korea Selatan secara resmi memperkenalkan varian terbaru dari jet tempur buatannya, KF-21EJ, sebuah pesawat khusus perang elektronik (EW).

Pesawat yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) ini dirancang untuk memperkuat kemampuan menembus dan mengacaukan jaringan pertahanan udara musuh yang canggih.

Varian KF-21EJ (Escort Jammer) diungkap melalui sebuah video rangkaian produksi perdana KF-21 Boramae pada 25 Maret 2026.

Dalam presentasi tersebut, KF-21EJ ditampilkan dengan dilengkapi pod serangan elektronik eksternal yang dirancang untuk memberikan penekanan elektromagnetik secara terus-menerus bagi formasi penyerang di ruang udara yang diperebutkan.

KF-21EJ diproyeksikan memiliki peran yang serupa dengan pesawat perang elektronik ternama seperti EA-18G Growler Amerika Serikat atau J-15DT China. Secara metafora, pesawat ini cocok disebut sebagai “K-Growler”.

Tugas utamanya adalah mendampingi formasi jet tempur KF-21 standar dan memberikan perlindungan serangan elektronik selama semua fase misi, mulai dari masuk ke wilayah lawan, serangan target, hingga keluar dari zona tempur.

Penggunaan pod eksternal dipilih karena kebutuhan daya pancar yang lebih tinggi untuk misi gangguan (jamming) jarak jauh yang tidak bisa dipenuhi oleh sistem internal standar.

Dengan sistem ini, KF-21EJ mampu mengganggu radar, sistem komunikasi, hingga tautan kontrol drone dan sinyal GPS milik lawan.

Selain varian EJ, dalam kesempatan yang sama Korea Selatan juga memamerkan varian KF-21EX yang memiliki fitur siluman lebih tinggi dengan ruang senjata internal (internal weapons bay).

Munculnya kedua varian KF-21 ini menunjukkan jalur pengembangan paralel Korea Selatan dalam mengejar teknologi low-observable (siluman) sekaligus perang elektronik.

Meskipun saat ini KF-21EJ masih dalam tahap konsep dan belum masuk ke program akuisisi resmi, kehadirannya dalam seremoni produksi utama menandakan bahwa peran ini sudah menjadi bagian dari perencanaan struktur kekuatan jangka panjang Seoul.

Langkah ini juga merupakan bagian dari investasi besar nasional Korea Selatan di bidang peperangan elektronik udara.

Seoul diketahui tengah menjalankan program pesawat EW stand-off senilai 1,9 triliun won (sekitar Rp21,5 triliun) berbasis jet bisnis Bombardier yang dijadwalkan beroperasi pada 2034.

Kombinasi antara pesawat stand-off dan pengawal seperti KF-21EJ diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Korea Selatan pada aset militer buatan Amerika Serikat di masa depan. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *