Saab tantang dominasi F-35 di Kanada lewat produksi Gripen lokal

Gripen ESaab

AIRSPACE REVIEW – CEO Saab, Micael Johansson, membuat pernyataan tegas di akhir Maret 2026 dengan mengklaim Kanada sanggup memproduksi jet tempur Gripen dalam waktu hanya lima tahun.

Johansson menegaskan bahwa basis industri kedirgantaraan Kanada yang sudah matang menjadi kunci utama untuk mempercepat transfer teknologi dan produksi lokal jet tempur modern Swedia tersebut.

Langkah ini menjadi tantangan langsung terhadap dominasi jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin yang sebelumnya telah masuk dalam skema pengadaan Pemerintah Kanada.

Menurut Johansson, kesiapan industri Kanada jauh lebih tinggi dibanding pelanggan Saab lainnya, sehingga risiko integrasi operasional dan kualifikasi pemasok dapat dipangkas secara signifikan.

Negosiasi antara Saab dan Ottawa dikabarkan berlangsung sangat intens, mencakup detail biaya, jadwal, hingga potensi penciptaan lebih dari 12.000 lapangan kerja baru.

Saab menggunakan keberhasilan kolaborasi dengan Embraer di Brasil sebagai bukti nyata, di mana jet tempur Gripen pertama hasil rakitan lokal Brasil telah resmi diluncurkan pada Maret 2026.

Meskipun Kanada sudah memesan 88 unit F-35 pada 2023, pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney mulai meninjau ulang program tersebut akibat dinamika ketegangan perdagangan dengan AS.

Kini muncul opsi strategis untuk menerapkan “armada campuran”, di mana F-35 digunakan untuk misi kompleks, sementara Gripen bertugas menjaga kedaulatan ruang udara dengan biaya lebih efisien.

Selain jet tempur, Saab juga menawarkan pesawat peringatan dini GlobalEye serta integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) hasil kerja sama dengan perusahaan lokal, Cohere.

Keputusan akhir Kanada akan menjadi pertaruhan besar yang melibatkan kedaulatan teknologi, kemandirian industri pertahanan, serta posisi geopolitik di panggung global.

Pengamat menilai ketertarikan Ottawa terhadap model kerja sama ini juga dipicu oleh keinginan untuk memiliki kontrol penuh atas data sensitif dan pemeliharaan pesawat tanpa harus selalu bergantung pada izin pihak asing.

Skema transfer teknologi yang ditawarkan Swedia dinilai memberikan fleksibilitas lebih besar bagi teknisi lokal untuk memodifikasi sistem pesawat sesuai kebutuhan spesifik kedaulatan Kanada.

Persaingan ketat ini tidak hanya menentukan siapa yang akan menguasai langit Amerika Utara, tetapi juga menjadi sinyal bagi pasar global bahwa F-35 bukan satu-satunya pilihan mutlak.

Jika proposal “Gripen Lokal” ini berhasil, hal tersebut bisa mengubah peta persaingan industri pertahanan dunia dan mendorong negara lain untuk menuntut skema produksi serupa. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *