Skandal anggaran: AS kuras dana F-35 Swiss untuk menambal proyek sistem Patriot
Lockheed Martin AIRSPACE REVIEW – Sebuah skandal finansial dalam pengadaan militer Swiss baru-baru ini mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan tajam di kancah pertahanan internasional.
Amerika Serikat dilaporkan telah menggunakan mekanisme keuangan dalam program Foreign Military Sales (FMS) untuk mengalihkan dana yang awalnya dialokasikan bagi jet tempur F-35 Lightning II.
Dana dimaksud digunakan AS untuk menutupi kekurangan anggaran pada sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot.
Langkah sepihak ini terungkap melalui laporan investigasi media publik Swiss, SRF.
Dikatakan bahwa bahwa Washington tetap menarik dana dari akun Swiss meskipun Bern secara resmi telah memberlakukan pembekuan pembayaran sebagai bentuk protes atas keterlambatan pengiriman sistem Patriot.
Inti dari permasalahan ini terletak pada struktur akun FMS yang dikelola secara terpusat oleh Departemen Pertahanan AS.
Dalam sistem tersebut, seluruh dana yang disetorkan oleh negara pembeli untuk berbagai kontrak senjata yang berbeda digabungkan ke dalam satu wadah finansial tunggal.
Mekanisme ini memungkinkan otoritas AS untuk melakukan redistribusi saldo antar proyek secara internal guna menjaga kelancaran operasional kontrak yang mereka kelola.
Otoritas pengadaan senjata Swiss, Armasuisse, mengonfirmasi bahwa dana yang seharusnya mengendap sebagai cicilan jet tempur F-35 telah dikuras hingga mencapai ratusan juta franc Swiss atau setara lebih dari 126 juta USD untuk menambal celah pada program Patriot yang jadwal produksinya sedang bermasalah.
Manuver keuangan Washington menciptakan efek kejut bagi perencanaan finansial jangka panjang Swiss.
Akibat pengalihan dana tersebut, Kementerian Pertahanan Swiss kini terpaksa menyuntikkan dana tambahan darurat lebih awal dari jadwal yang ditetapkan.
Hal ini untuk memastikan program pengadaan jet tempur siluman F-35 tidak ikut terseret dalam krisis likuiditas.
Situasi ini menjadi semakin pelik karena program Patriot Swiss sedang menghadapi tantangan ganda, yakni penundaan pengiriman selama beberapa tahun akibat prioritas AS yang dialihkan ke zona konflik aktif di Timur Tengah, serta risiko eskalasi biaya kontrak yang membengkak akibat hambatan rantai pasok global.
Krisis ini akhirnya memicu debat panas di parlemen Swiss mengenai transparansi dan keandalan perjanjian militer dengan Amerika Serikat.
Meskipun F-35 sebelumnya terpilih karena keunggulan teknologi sensor dan kemampuan silumannya dibandingkan kompetitor Eropa, ketergantungan total pada model kontrak FMS terbukti menciptakan kerentanan serius terhadap kedaulatan anggaran negara.
Insiden ini menjadi sinyal kuat bagi negara-negara mitra AS lainnya mengenai risiko sistem akun terpusat.
Swiss kini berada di persimpangan jalan untuk tetap berkomitmen pada ekosistem militer Amerika atau mulai mencari alternatif solusi pertahanan berbasis Eropa demi memperluas otonomi strategis mereka di masa depan. (RNS)

